Daerah  

Akses Terputus dan Fasilitas Hancur, Wisata Curug Malela Bandung Barat Tutup Total Akibat Longsor

/dok. Travel Kompas

FAKTABANDUNG.ID – Destinasi wisata alam Curug Malela di Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, terpaksa ditutup total untuk sementara waktu.

Langkah ini diambil setelah longsor hebat menerjang kawasan tersebut menyusul hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Rongga sejak Minggu (26/4/2026) malam hingga Senin dini hari.

Tingginya curah hujan menyebabkan kondisi tanah menjadi labil, sehingga tebing di sekitar jalur wisata tidak mampu menahan debit air dan ambruk menutupi akses jalan.

Enam Titik Longsor Tutup Jalur Utama

Pengelola wisata Curug Malela, Leo Marwan, mengonfirmasi bahwa terdapat kerusakan masif pada akses jalan utama. Material tanah dan bebatuan menutup jalur yang biasa dilalui pengunjung.

“Ada enam titik longsor yang langsung menutup akses jalan ke Curug Malela,” ungkap Leo saat dikonfirmasi, Senin (29/4/2026).

Selain memutus akses, kekuatan material longsor juga menghancurkan sejumlah fasilitas penunjang di area wisata. Sejumlah bangunan milik warga dan fasilitas umum dilaporkan mengalami kerusakan berat.

“Warung ada yang ambruk dan fasilitas toilet juga hancur akibat tertimbun material longsor,” jelas Leo merinci kerusakan di lapangan.

Nihil Korban Jiwa

Meski kerugian materiel cukup besar, pihak pengelola memastikan bahwa keselamatan jiwa tetap terjaga. Beruntung, saat material tebing runtuh, area sekitar sedang sepi dari aktivitas warga maupun pedagang.

“Alhamdulillah tidak ada korban, pemilik warung sedang tidak berada di lokasi saat kejadian,” ucap Leo bersyukur.

Kendal Alat Berat dan Lumpur Tebal

Terkait penyebabnya, Leo menyebut faktor cuaca ekstrem sebagai pemicu tunggal. “Memang saat kejadian hujan deras sejak Minggu malam, jadi tanah tidak kuat menahan,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, proses pembersihan material masih terus diupayakan secara gotong royong oleh pengelola dan warga setempat. Namun, proses evakuasi mengalami kendala besar karena letak geografis yang sulit dijangkau kendaraan besar.

“Kami evakuasi alat seadanya karena alat berat tidak bisa masuk ke sini,” katanya.

Selain akses, kondisi fisik material longsoran juga menyulitkan petugas di lapangan.

“Materialnya sangat tebal, jadi butuh waktu untuk bisa membuka akses kembali,” tambah Leo.

Penutupan Operasional Sementara

Demi alasan keselamatan dan keamanan pengunjung, pengelola memutuskan untuk menghentikan seluruh operasional wisata.

Curug Malela hanya akan dibuka kembali jika jalur telah dinyatakan stabil dan aman oleh pihak berwenang.

“Operasional wisata kami tutup dulu sampai jalur benar-benar aman untuk dilalui pengunjung,” pungkas Leo.

Masyarakat dan calon wisatawan diimbau untuk memantau informasi terkini dan tidak memaksakan diri mendekati lokasi hingga proses penanganan darurat selesai dilakukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *