Daerah  

Viral Hidup di Gazebo, Ibu dan Bayi di Cirebon Akhirnya Dievakuasi Pemerintah

/dok. Pemerintah desa Beringin

FAKTABADNUNG.ID  – Nasib pilu yang menimpa Kurniah (43) dan bayi laki-lakinya yang baru berusia sembilan bulan akhirnya mendapat perhatian serius dari pemerintah.

Setelah kisahnya hidup telantar di gazebo milik tetangga viral di media sosial, tim gabungan dari Muspika Pangenan dan Dinas Sosial Kabupaten Cirebon turun tangan melakukan evakuasi, Rabu (29/4/2026).

Ibu dan anak tersebut sebelumnya terpaksa tinggal di sebuah gazebo tanpa dinding di Desa Beringin, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, akibat konflik keluarga yang berkepanjangan.

Kini, petugas telah memindahkan mereka ke emperan rumah orang tuanya untuk menjamin keamanan dan kesehatan sang bayi.

Proses Mediasi yang Alami Penolakan

Sekretaris Desa Beringin, Supriyadi, mengungkapkan bahwa upaya pemindahan Kurniah tidaklah mudah.

Petugas harus melakukan pendekatan persuasif dan mediasi bersama pihak keluarga agar Kurniah bersedia meninggalkan gazebo yang telah dihuninya selama tujuh bulan terakhir.

“Ya, setelah berita ini ramai dan viral di medsos, akhirnya mau, tadinya beliau itu menolak dan enggan mau pindah ke tempat yang lain,” kata Supriyadi saat diwawancarai media, Rabu sore.

Supriyadi menambahkan bahwa akar masalah yang membuat Kurniah telantar adalah perselisihan keluarga yang sulit didamaikan oleh pihak desa.

“Kami sudah mencari tahu dan berusaha menangani masalah ini, tapi karena konfliknya keluarga dan sudah lama. Kami belum bisa menembus terlalu dalam,” tambah Supriyadi.

Bantuan Logistik dan Rencana Rumah Mandiri

Dalam evakuasi tersebut, Dinas Sosial Kabupaten Cirebon menyerahkan bantuan paket family kit, kasur lipat, bantal, hingga makanan siap saji yang bersumber dari Kementerian Sosial RI.

Untuk jangka panjang, pihak desa berencana membantu memfasilitasi pembangunan rumah sederhana bagi Kurniah menggunakan tabungan pribadinya.

Selama proses pembangunan, pemerintah desa akan berupaya mencarikan tempat tinggal sementara di rumah warga sekitar demi menghindari paparan udara luar yang dapat mengganggu kesehatan ibu dan bayi.

Bertahan Hidup Sejak Masa Kehamilan

Kurniah sendiri mengaku sudah keluar dari rumah sejak usia kehamilannya menginjak lima bulan.

Sebelum menetap di gazebo, ia hidup berpindah-pindah tanpa tempat tinggal yang tetap.

Selama itu pula, ia hanya mengandalkan belas kasihan warga sekitar karena tidak memiliki pekerjaan.

“Sudah tujuh bulan di sini, tapi kalau keluar rumahnya waktu saya usia ini lima bulan,” ungkap Kurniah dengan nada lirih.

Kehadiran pemerintah dan bantuan publik diharapkan menjadi titik balik bagi Kurniah untuk mendapatkan kehidupan yang lebih layak, terutama bagi tumbuh kembang bayinya yang selama ini harus bertaruh nyawa di bawah atap gazebo yang terbuka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *