FAKTABANDUNG.ID – Masyarakat di Kabupaten Cirebon mulai mengeluhkan kenaikan harga sejumlah komoditas bumbu dapur di pasar tradisional.
Berdasarkan pantauan pada Jumat (1/5/2026), lonjakan harga paling signifikan terjadi pada bawang merah dan kelompok cabai, sementara komoditas beras dan protein hewani cenderung stabil.
Data panel harga tingkat Jawa Barat menunjukkan bawang merah ukuran sedang meroket hingga 8,13% menjadi Rp45.900 per kilogram.
Kondisi serupa terjadi pada cabai merah besar yang naik menjadi Rp51.700 per kilogram, disusul cabai merah keriting seharga Rp50.250, dan cabai rawit hijau yang menyentuh angka Rp55.550 per kilogram.
Keluhan Pedagang dan Faktor Cuaca
Di Pasar Sumber, para pedagang mengakui adanya pergeseran harga yang cukup memberatkan konsumen.
Pasokan dari daerah sentra produksi disinyalir menjadi penyebab utama menipisnya stok di pasar. Salah satu pedagang menyebut harga bawang merah sudah merangkak naik sejak beberapa hari terakhir.
“Harga bawang merah sekarang mahal, biasanya di bawah Rp40 ribu, sekarang hampir Rp46 ribu per kilo,” ujar salah satu pedagang di Pasar Sumber.
Selain bawang, kenaikan pada cabai merah besar dan keriting disebut-sebut akibat faktor cuaca yang kurang bersahabat sehingga mengganggu proses panen petani.
Namun, di tengah tren kenaikan ini, terdapat anomali pada harga cabai rawit merah yang justru merosot tajam sebesar 10,98% ke angka Rp61.600 per kilogram.
Kondisi Beras, Protein, dan Minyak Goreng
Berbeda dengan bumbu dapur, harga beras di Kabupaten Cirebon terpantau cukup tenang. Beras kualitas bawah I dibanderol Rp14.150 per kilogram, kualitas medium I Rp15.350, dan kualitas super I tetap di angka Rp17.100 per kilogram.
Hal ini mengindikasikan distribusi masih berjalan lancar.
Untuk sektor protein, harga daging sapi kualitas 1 berada di angka Rp155.550 per kilogram, sementara daging ayam ras segar justru turun tipis ke Rp36.400 per kilogram.
Kabar baik juga datang dari komoditas telur ayam ras yang turun menjadi Rp28.050 per kilogram akibat melimpahnya pasokan dari peternak.
Sementara itu, harga gula pasir baik kualitas premium maupun lokal tidak mengalami perubahan, masing-masing berada di Rp19.450 dan Rp18.700 per kilogram.
Minyak goreng curah justru turun tipis menjadi Rp22.700 per kilogram, sedangkan minyak goreng kemasan mengalami kenaikan tipis di kisaran Rp100 hingga Rp150 per kilogram.
Secara keseluruhan, aktivitas jual beli di pasar tradisional Kabupaten Cirebon tetap berjalan normal. Meski demikian, masyarakat berharap ada pemantauan lebih lanjut agar harga bumbu dapur tidak terus merangkak naik.













