FAKTABANDUNG.ID — Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menjalani visitasi dan uji petik penilaian kinerja Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) serta Percepatan Pelaksanaan Berusaha (PPB) Tahun 2026 oleh Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bandung, Rabu (12/8/2026).
Kota Bandung terpilih sebagai salah satu nomine Pemerintah Daerah Berkinerja Sangat Baik. Visitasi ini dilakukan untuk melihat langsung komitmen pemerintah daerah dan efektivitas implementasi pelayanan di lapangan.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan perizinan tidak boleh lagi dipandang sebagai hambatan бюроkrasi, melainkan pendukung utama yang memberikan kemudahan bagi para pelaku usaha.
Baca Juga: Soal Penebangan Pohon Ilegal di Bandung, Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno Minta Sanksi Tegas
Menurutnya, potensi infrastruktur seperti reaktivasi Bandara Husein Sastranegara dan konektivitas menuju Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) menjadi modal kuat dalam menarik pemodal.
“Nilai kita ini tinggi sekali. Tinggal masalahnya adalah apakah prosesnya memang betul-betul membantu dunia usaha atau justru menghalangi realisasi potensi yang begitu besar,” ujar Farhan. Ia menekankan bahwa investasi harus berdampak nyata pada penyerapan tenaga kerja formal dan pengentasan pengangguran.
Staf Khusus Bidang Hubungan dengan Daerah Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Didi Apriadi, mengapresiasi keselarasan komitmen pimpinan dengan pelaksanaan pelayanan oleh jajaran di lapangan.
Didi menyebut Kota Bandung bersaing bersama enam kota lainnya dalam ajang penilaian tahun ini.
“Salah satu penilai yang paling utama adalah adanya komitmen dari pimpinan daerah. Kami melihat implementasi di lapangan sudah cukup bagus,” ungkap Didi.
Kendati demikian, hasil akhir penilaian tetap akan diputuskan oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM berdasarkan evaluasi fakta lapangan.
Baca Juga: Disdik Kota Bandung Pastikan KBM SDN 026 Bojongloa Tetap Berjalan Usai Penggembokan Gerbang















