FAKTABANDUNG.ID — Memanfaatkan momen visitasi penilaian kinerja PTSP dan PPB Tahun 2026, sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Bandung memaparkan berbagai inovasi layanan unggulan yang dirancang untuk mendukung iklim investasi dan kemudahan berusaha.
Dalam sesi paparan di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bandung, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) memamerkan aplikasi Salaman (selesai dalam genggaman) serta inovasi layanan perkawinan terpadu.
Baca Juga: Cekcok Tagih Utang Rp200 Ribu, Pria di Batununggal Bandung Tewas Ditusuk Teman Sendiri
Tim penilai Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM secara khusus memberikan apresiasi terhadap integrasi layanan perkawinan terpadu ini karena dinilai memberikan kepastian administrasi bagi tenaga kerja dan pelaku usaha.
Di sektor tata ruang, Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi dan Tata Ruang (Ciptabintar) menghadirkan kemudahan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Sertifikat Laik Fungsi (SLF), lengkap dengan fasilitas gambar gratis bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Sementara itu, Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) mengandalkan aplikasi New Bima, program pemagangan, serta pengiriman tenaga kerja ke luar negeri seperti Jepang guna memfasilitasi kebutuhan pasar kerja.
Sektor pendukung lainnya juga tidak ketinggalan:
Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin): Memperkuat kepastian berusaha melalui SOP yang terintegrasi dengan sistem Online Single Submission (OSS).
Dinas Perhubungan (Dishub): Membantu perizinan angkutan umum melalui koordinasi bersama koperasi angkot dan DPMPTSP.
Dinas Pendidikan: Memastikan lembaga pendidikan nonformal memenuhi izin legalitas untuk menekan angka anak tidak sekolah.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar): Mendorong perizinan usaha pariwisata berbasis OSS serta mengembangkan potensi sport tourism dan cagar budaya.
Rangkaian inovasi ini diharapkan mampu menjadikan Kota Bandung bukan hanya unggul dalam ajang penilaian nasional, melainkan konsisten menjadi tujuan utama investasi yang memberikan manfaat luas bagi perekonomian masyarakat.
Baca Juga: Ungkap 29 Kasus Kejahatan Jalanan, Polresta Bandung Sita 90 Motor dan Amankan 36 Tersangka















