Daerah  

Atasi Antrean di SPBU, Pertamina Percepat Distribusi dan Tambah Armada Mobil Tangki

Guna mengurai antrean kendaraan di sejumlah SPBU, Pertamina Patra Niaga menambah armada angkutan, awak mobil tangki, serta memperpanjang jam operasional pengiriman dari depo./Dok. Pertamina

FAKTABANDUNG.ID – PT Pertamina Patra Niaga memastikan bahwa ketahanan stok bahan bakar minyak (BBM) nasional saat ini berada dalam kondisi aman guna memenuhi kebutuhan masyarakat.

Untuk produk BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar, rata-rata ketahanan stok di tangki penyimpanan tercatat berada pada kisaran 15 hari.

Wakil Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Taufik Aditiyawarman, menjelaskan bahwa secara keseluruhan stok BBM nasional sangat bervariasi bergantung pada jenis produknya, dengan rentang ketahanan antara 14 hingga 40 hari.

“Kalau stok untuk BBM nasional itu rata-rata di 14 sampai 40 hari. Itu berbeda-beda karena ada yang mungkin sekarang Pertalite dan Biosolar rata-rata sekarang di 15 harian,” ujar Taufik dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta pada Kamis (16/7).

Baca Juga: Perkuat Pasokan Nasional, Pertamina Patra Niaga Impor 45,9 Ribu Ton LPG dari Amerika Serikat

Guna mengatasi antrean kendaraan yang sempat terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), Pertamina Patra Niaga kini tengah fokus mempercepat proses distribusi pasokan dari depo penyimpanan langsung ke lembaga penyalur.

Langkah taktis yang ditempuh meliputi penambahan armada angkutan darat, penambahan jumlah Awak Mobil Tangki (AMT), serta perpanjangan jam operasional SPBU dan jadwal pengiriman dari depo.

Taufik mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan.

“Saya sampaikan juga bahwa mohon juga masyarakat tidak terlalu khawatir bahwa secara stok nasional kebutuhan BBM dan LPG kami senantiasa kita siapkan lebih dari cukup dan ini nanti akan kita uraikan untuk distribusinya lebih cepat ke SPBU-SPBU dan retail,” tambah Taufik.

Terkait kendala antrean panjang yang sempat dilaporkan terjadi di beberapa wilayah Sumatra, termasuk Kota Medan, Taufik memastikan bahwa kondisi di lapangan telah berangsur pulih dan kembali normal sejak Kamis pagi.

Pemulihan ini didorong oleh penebalan armada distribusi serta pengawalan dari aparat keamanan.

“Sumatra laporan tadi pagi sudah normal karena kami dua hari terakhir kita tambah armada dan juga tambah driver-nya ataupun awak mobil tankinya. Kami juga dibantu dengan tenaga keamanan TNI Polri untuk memastikan pengamanan distribusi BBM itu sampai di tujuan yang di SPBU yang dimaksud,” kata Taufik.

Sebagai catatan, indikator ketahanan stok selama 15 hari tidak merujuk pada sisa waktu habisnya pasokan nasional.

Angka tersebut merupakan representasi dinamis dari volume BBM yang tersimpan di dalam tangki penyimpanan pada satu waktu tertentu, yang terus diperbarui secara berkala melalui produksi kilang domestik serta pasokan impor yang masuk secara terjadwal.

Baca Juga: Pertamina Perluas Jaringan Desa Energi Berdikari di 262 Titik Seluruh Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *