Bola  

Manajemen Persib Disorot Terkait Infrastruktur dan Fasilitas Latihan Tim

Manajemen Persib didesak untuk segera merealisasikan fasilitas penunjang latihan seperti gym dan pusat kebugaran terpadu demi menjaga performa pemain./Dok. Detiksport

FAKTABANDUNG.ID — Langkah PT Persib Bandung Bermartabat yang terus mendatangkan pemain berkualitas menjelang bergulirnya kompetisi musim 2026/2027 dinilai belum diimbangi dengan ketersediaan infrastruktur penunjang klub yang ideal.

Manajemen Persib Bandung disebut masih memiliki pekerjaan rumah besar untuk merealisasikan pusat latihan terpadu guna mendukung performa tim.

Hingga saat ini, fasilitas latihan bagi skuad berjuluk Pangeran Biru tersebut dinilai belum sepenuhnya memadai.

Walaupun klub telah memiliki lapangan pendamping di area Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), sejumlah rencana pembangunan fasilitas krusial seperti training center, pusat kebugaran (gym), hingga sport center belum juga terwujud.

Selain itu, proses perbaikan rumput Stadion GBLA yang tengah berjalan turut menjadi perhatian menjelang kickoff musim baru.

Sekretaris Umum Viking Persib Club, Arlan Siddha, menyampaikan bahwa manajemen sebenarnya telah menunjukkan iktikad baik dan perkembangan positif dari tahun ke tahun terkait penyediaan sarana klub.

“Ya sebenernya memang kalau kita lihat apa yang telah dilakukan oleh manajemen Persib dari tahun ke tahun memang ada banyak perubahan ya, terutama dalam perhatian kepada fasilitas klub,” kata Arlan di Bandung, Rabu (15/7/2026).

Baca Juga: Laga Persib Lawan Bali United Resmi Ditunda

Menurut Arlan, kepemilikan lapangan pendamping merupakan langkah mendasar yang wajib dipenuhi oleh manajemen untuk tim sebesar Persib Bandung.

“Salah satu yang kemudian cukup bisa kita banggakan adalah terkait dengan lapang pendamping untuk latihan, itu menurut saya sih sudah menjadi keharusan bagi setiap klub,” ujarnya.

Kendati demikian, ia menegaskan bahwa pembenahan infrastruktur tidak boleh mandek pada fasilitas lapangan semata.

Kelengkapan penunjang latihan fisik seperti ruang gym dan fasilitas medis sangat dinantikan oleh jajaran pelatih demi menjaga stabilitas fokus dan kebugaran para pemain di satu area terpadu.

“Tapi di sisi lain penunjang-penunjang yang lain memang harus diperhatikan sesegera mungkin. Salah satunya adalah tadi, beberapa fasilitas yang memang belum ada seperti gym dan lain sebagainya. Itu kan juga yang sebenarnya diinginkan oleh pelatih ya, oleh Bojan juga dulu juga menginginkan selain lapangan pendamping itu, fasilitas yang lain gitu. Nah ini juga sebenarnya kan hal ini dibutuhkan untuk memperkuat kebutuhan tim sehingga tim bisa lebih fokus di tempat latihan,” tutur Arlan.

Lambatnya realisasi pusat latihan ini juga memicu gelombang kritik dari kalangan Bobotoh di media sosial, yang kerap membandingkan fasilitas Persib dengan beberapa klub rival di Liga 1 yang dinilai lebih siap secara infrastruktur olahraga.

Arlan menilai dinamika komparasi tersebut merupakan hal lumrah dalam ekosistem sepak bola profesional.

“Ya kalau membandingkan dengan klub lain kan ya ada klub lain juga yang di bawah kita, ada juga klub lain memang sudah serius gitu ya membuat sarana dan prasarana pelatihannya mereka gitu. Menurut saya ya wajar sebagai Bobotoh memberikan kritik, masukan atau membandingkan, itu sesuatu yang wajar karena mereka juga ingin timnya lebih baik dari yang lain gitu. Jadi sebenernya manajemen harus bisa menyikapi itu dengan bijak dan kemudian juga harus memberikan jawaban yang terukur gitu agar ke depan sarana prasarana ini tidak menjadi polemik atau perdebatan,” tegas Arlan.

Ia menggarisbawahi bahwa komposisi skuad mewah bertabur bintang internasional tidak akan memberikan dampak maksimal apabila komponen dasar pendukung fisik dan kebugaran diabaikan oleh manajemen.

“Kita boleh pemain bagus-bagus dan lain sebagainya boleh, kita juga oke punya pemain yang berstandar internasional dan lain sebagainya, tapi kalau mereka juga abai terhadap fasilitas yang seharusnya mendukung performa mereka kan juga percuma gitu,” ucapnya.

Secara terbuka, perwakilan suporter tersebut menyampaikan bahwa progres pembangunan infrastruktur Persib saat ini masih berada di bawah ekspektasi publik sepak bola Bandung, mengingat status Persib sebagai korporasi dan klub profesional.

“Ya kalau saya pribadi masih di luar ekspektasi ya. Karena kalau kita lihat Persib per hari, kita dikatakan sebagai klub profesional, bisa mendatangkan banyak pemain profesional, pemain-pemain internasional datang tapi kalau tidak didukung dengan fasilitas yang ada kan ya menurut saya sih percuma aja gitu,” tutur Arlan.

Arlan berharap manajemen bersedia membuka diri terhadap aspirasi suporter yang menginginkan adanya perbaikan berkelanjutan demi marwah klub yang telah mengoleksi tiga gelar juara liga secara berturut-turut tersebut.

“Kalau menurut saya ini harus disikapi dengan baik lah. Kalau harapan saya sih manajemen juga harus melihat dan membuka mata gitu ya terkait dengan apa yang dibutuhkan dan kemudian juga manajemen harus bisa mau dan mendengar kritik-kritik dari suporter, dari Bobotoh. Yang mereka inginkan kan adalah perbaikan. Jadi artinya mereka juga ingin yang terbaik gitu. Jadi mengkritik bukan untuk menjatuhkan tapi justru untuk membangun lah,” kata Arlan.

Menurutnya, ekspektasi Bobotoh sangat rasional, yakni mendesak agar tim sebesar Persib ditopang oleh fasilitas penunjang dan kualitas rumput stadion utama yang representatif dengan reputasi besarnya di kancah nasional.

“Ya kalau persoalannya hal-hal yang lain ya itu kan menjadi urusan manajemen, tapi keinginan Bobotoh itu kalau pandangan saya, pemainnya sudah bagus tapi tidak didukung dengan fasilitas agar performanya lebih baik kan juga percuma juga gitu. Termasuk kondisi rumput lapangan GBLA, salah satunya itu. Sebagai tim besar, tim terbaik gitu ya juara tiga kali ya ya harusnya sudah bisa menjawab tantangan-tantangan itu gitu,” pungkasnya.

Baca Juga: Borneo FC Kokoh di Puncak Klasemen BRI Super League 2025/2026, Catatkan Rekor Sempurna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *