FAKTABANDUNG.ID – Gelombang pembatalan tiket kereta api terjadi di wilayah PT KAI Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung pasca-insiden kecelakaan maut yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur.
Hingga Rabu (29/4/2026) malam, tercatat hampir seribu calon penumpang memilih untuk tidak melanjutkan perjalanan mereka.
Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, mengungkapkan bahwa angka pembatalan tersebut merupakan dampak langsung dari gangguan jadwal dan trauma akibat insiden pada Senin malam lalu.
“Terkait dengan jumlah pelanggan yang melakukan pembatalan tiket, tercatat hingga Rabu, (29 April 2026) malam sudah ada 930 pelanggan yang melakukan pembatalan,” kata Kuswardojo dalam keterangannya, Jumat (1/5/2026).
Angka ini diprediksi masih akan terus bergerak naik. Hal ini dikarenakan PT KAI memberikan kelonggaran batas waktu pembatalan hingga 7 x 24 jam dari jadwal yang tertera pada tiket penumpang.
Pembatalan Perjalanan dan Normalisasi Jalur
Imbas dari kecelakaan di Bekasi Timur tersebut sempat melumpuhkan sebagian jadwal keberangkatan dari Bandung.
Kuswardojo merinci, setidaknya ada empat perjalanan kereta api yang terpaksa dibatalkan total oleh Daop 2 selama periode 27 hingga 29 April 2026.
Pembatalan tersebut meliputi tiga perjalanan KA Parahyangan (masing-masing satu perjalanan pada 27, 28, dan 29 April) serta satu perjalanan KA Pangandaran pada 28 April 2026.
Namun, bagi masyarakat yang hendak bepergian saat ini, KAI memastikan jalur telah kembali pulih sepenuhnya.
“Semua perjalanan KA dari wilayah Daop 2 Bandung sudah berjalan normal kembali,” ucap Kuswardojo, memastikan operasional telah berjalan stabil sejak Kamis (30/4/2026).
Kilas Balik Tragedi Bekasi
Kecelakaan yang memicu gangguan massal ini merupakan salah satu tragedi perkeretaapian terburuk dengan korban tewas mencapai 16 orang. Insiden bermula saat sebuah taksi berwarna hijau tertabrak KRL di pelintasan.
Pasca-evakuasi taksi tersebut, terjadi kecelakaan lanjutan yang lebih fatal ketika KRL tujuan Jakarta-Cikarang yang sedang berhenti di Stasiun Bekasi Timur ditabrak oleh KA Argo Bromo Anggrek jurusan Surabaya pada Senin malam.
Proses evakuasi korban sempat berjalan dramatis dan sulit karena kondisi rangkaian kereta yang saling menghimpit.
Saat ini, pihak terkait masih terus melakukan investigasi mendalam mengenai kegagalan sistem persinyalan atau koordinasi yang menyebabkan kereta jarak jauh tetap melaju di jalur yang sedang ditempati rangkaian KRL.













