Daerah  

Proyek Tol Bocimi Seksi 3 Picu Polusi Debu di Cibadak, Warga dan Pengendara Tuntut SOP Pembersihan

/Dok. Ist

FAKTABANDUNG.ID  – Aktivitas truk pengangkut material proyek Tol Bocimi Seksi 3 di Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, mulai dikeluhkan masyarakat.

Ceceran tanah dari armada proyek yang mengering di ruas Jalan Sukabumi-Bogor kini berubah menjadi polusi debu pekat yang mengganggu kesehatan dan jarak pandang, Senin (13/4/2026).

Kondisi jalan yang semula bersih kini berubah kecokelatan akibat tanah urugan yang terbawa ban truk. Saat angin kencang atau kendaraan melintas dengan kecepatan tinggi, debu beterbangan hingga menyelimuti pemukiman dan tempat usaha warga.

Usaha Kuliner Warga Terdampak

Rahmat (47), seorang warga Kampung Selaawi, Desa Karangtengah, merasakan dampak langsung terhadap usaha ayam potong dan ayam bakar miliknya.

Ia harus bekerja ekstra keras melindungi dagangannya agar tetap higienis di tengah kepulan debu.

“Iya mengganggu, apalagi kalau gerimis ke jalanan juga jadi licin. Kalo ini (dampaknya) ke rumah atau lantai jadi berdebu, termasuk ke kendaraan juga. Apalagi saya jualan ayam potong dan ayam bakar jadi emang harus benar-benar ditutup lagi alat-alatnya,” kata Rahmat saat ditemui, Senin siang.

Rahmat menambahkan bahwa pihak pelaksana proyek sejauh ini belum melakukan upaya pembersihan secara berkala.

Kondisi jalan hanya sedikit membaik jika hujan turun di malam hari. Ia mengkhawatirkan dampak kesehatan jangka panjang akibat terpapar debu terus-menerus.

“Kalo saya jarak ke lokasi tol di belakang itu 1,5 kilo meter ya, yang paling terdampak ya pasti yang paling dekat, tapi saya harap agar segera bisa diatasi. Khawatir ke hirup terus jadi sakit, apalagi saya di sini 24 jam,” tuturnya.

Soroti Prosedur Operasional (SOP) Proyek

Keluhan senada juga datang dari para pengguna jalan. Hasmi Romli (30), pengendara yang setiap jam melintasi jalur tersebut, mengaku jarak pandangnya sering terganggu oleh material tanah yang berceceran dari truk proyek.

“Saya warga Karangtengah ya, saya sering pulang pergi di wilayah Karangtengah di sini tiap hari, sekitar tiap jam lah. Nah, kalau masalah truk yang pulang pergi ini yang membawa material urugan yang ke tol, yang masuk ke tol maupun dari tol yang ke luar,” papar Hasmi.

Meski mendukung pembangunan jalan tol sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN), Hasmi menekankan agar pihak pengembang tidak mengabaikan kenyamanan dan keselamatan warga sekitar.

Ia menuntut adanya pembersihan armada sebelum keluar dari lokasi proyek.

“Ini bukan menolak PSN ya, bukan menolak proyek strategis pemerintah, tapi ya berkeinginan dipakai SOP-nya. Standarnya gimana? Kan kalau menurut SOP ya, kalau keluar kendaraan itu kalau kotor harus dibersihkan dulu, jangan sampai tanah-tanah itu berceceran di jalanan,” tegas Hasmi.

Hingga berita ini diturunkan, warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera turun tangan untuk menegur pelaksana proyek agar melakukan penyiraman jalan dan pembersihan rutin guna meminimalisir dampak polusi udara yang semakin parah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *