Sungai Cimanuk Menyusut, Air PDAM di Indramayu Mati Dua Hari dan Keluhkan Warga

Kondisi Waduk Bojongsari di Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat yang mengering akibat dampak musim kemarau panjang, Minggu (9/8/2026). Menyusutnya air di waduk dan Sungai Cimanuk ini memicu terganggunya pasokan air bersih bagi pelanggan PDAM setempat./Dok. Kompas.com

FAKTABANDUNG.ID — Pasokan air bersih dari Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Darma Ayu terhenti di sejumlah wilayah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Gangguan distribusi air ini telah berlangsung selama dua hari, terhitung sejak Minggu (9/8/2026) hingga Senin (10/8/2026).

Kondisi tersebut membuat warga kesulitan menjalankan aktivitas harian, seperti mandi, mencuci, dan memenuhi kebutuhan rumah tangga lainnya. Banyak warga meluapkan keluhannya di media sosial lantaran air bersih tak kunjung mengalir.

Seorang warga Desa Tambak, Kecamatan Indramayu, Haris (39), mengaku terpaksa merogoh kocek lebih untuk membeli air galon isi ulang demi kebutuhan mandi.

“Ini mau sampai kapan, masa harus beli air galon terus,” kata Haris saat ditemui di sebuah warung di Jalan Tridaya Barat, Indramayu, Senin (10/8/2026).

Selain beban biaya tambahan, Haris menyebut keberadaan air galon isi ulang pun mulai sulit didapatkan karena diserbu warga lain yang mengalami kelangkaan serupa.

Baca Juga: Pasar Tradisional di Bandung Kembali Normal, Perumda Pasar Juara Pastikan Keamanan Kondusif

Keluhan serupa dilontarkan oleh Imam (34), warga Kelurahan Margadadi. Ia mengaku terpaksa berangkat kerja tanpa mandi pada Senin pagi akibat ketiadaan air.

“Cuci muka, gosok gigi saja jadinya, airnya enggak ada,” keluh Imam.

Imam menceritakan bahwa aliran air sempat menyala pada Minggu (9/8/2026) malam. Namun, karena mengira jaringan telah kembali normal, ia tidak sempat menampung air. Saat hendak digunakan pada Senin pagi, aliran air PDAM kembali terputus total.

“Padahal saya itu PDAM, tapi airnya malah enggak ada. Ini sudah dua hari, mau sampai kapan enggak ada air,” ujar Imam.

Menanggapi gangguan tersebut, pihak Perumdam Tirta Darma Ayu menjelaskan bahwa penghentian distribusi air dipicu oleh penurunan level air yang sangat ekstrem pada fasilitas pengambil air baku (intake). Debit Sungai Cimanuk yang menjadi sumber utama pasokan air bersih dilaporkan mengalami penyusutan drastis di bawah batas normal akibat kemarau.

Kondisi ini secara langsung mengganggu proses pengolahan hingga distribusi air ke rumah-rumah pelanggan.

“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Tim Perumdam Tirta Darma Ayu terus melakukan upaya penanganan dan pemantauan kondisi di lapangan agar pelayanan air bersih dapat kembali normal,” demikian keterangan resmi Perumdam Tirta Darma Ayu melalui akun Instagram @perumdamtda_indramayu.

Pihak manajemen meminta pengertian serta kesabaran dari para pelanggan selama proses penanganan teknis dan pemulihan distribusi air berlangsung di lapangan.

Baca Juga: ​24 Ribu Jemaah Umrah Tiba di Tanah Air, Staf Teknis Haji Terus Perketat Pengawasan di Arab Saudi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *