Sri Mulyani Pimpin Penggalangan Dana Bank Dunia untuk 78 Negara Termiskin

Sri Mulyani Indrawati saat memberikan pemaparan dalam sebuah forum ekonomi internasional di markas Bank Dunia./instagram

FAKTABANDUNG.ID — Bank Dunia resmi menunjuk mantan Menteri Keuangan Indonesia, Sri Mulyani Indrawati, sebagai Ketua Bersama Independen (Independent Co-Chair) dalam proses pengisian kembali pendanaan (replenishment) ke-22 Asosiasi Pembangunan Internasional (International Development Association/IDA).

IDA merupakan salah satu lembaga pendanaan konsesional terbesar di dunia yang berfokus menanggulangi kemiskinan ekstrem di negara-negara berpendapatan rendah melalui pembiayaan pinjaman berbunga nol atau rendah, serta dana hibah program pembangunan.

“Sri Mulyani akan memimpin bersama proses replenishment IDA22 dengan Paschal Donohoe, Managing Director sekaligus Chief Knowledge Officer Grup Bank Dunia,” kata Bank Dunia dalam keterangan resmi di Washington, AS, Senin (3/8/ 2026).

Penunjukan Sri Mulyani dilakukan melalui seleksi ketat oleh komite pencarian yang melibatkan perwakilan negara donor serta negara peminjam.

Baca Juga: Sri Mulyani Ungkap Kebijakan Tarif AS di Bawah Trump Picu Proteksionisme

Dalam peran barunya, ia bertugas menggalang komitmen kebijakan dan penghimpunan dana dari para mitra global guna menyokong 78 negara termiskin di dunia.

Rekam Jejak dan Pengalaman Internasional

Bank Dunia menilai Sri Mulyani memiliki rekam kepemimpinan dan keahlian mendalam di ranah pembiayaan multilateral.

Saat ini, ia tercatat aktif sebagai Blavatnik World Leaders Fellow 2025–2026 di University of Oxford.

Sebelumnya, Sri Mulyani mengukir sejarah sebagai wanita pertama yang menjabat Menteri Keuangan Indonesia dan pernah menduduki posisi strategis sebagai Managing Director and Chief Operating Officer di Bank Dunia.

“Pengalaman tersebut memberinya keahlian mendalam dalam kebijakan pembangunan maupun pembiayaan multilateral. Sri Mulyani juga pernah masuk dalam daftar 100 Perempuan Paling Berpengaruh di Dunia versi Forbes,” imbuh Bank Dunia.

Tahapan Siklus IDA22

Proses replenishment IDA diselenggarakan berkala setiap tiga tahun untuk menghimpun pendanaan baru sekaligus mengevaluasi kerangka kebijakan penyaluran bantuan.

  • Mulai Siklus: Siklus IDA22 akan dibuka secara resmi pada agenda Mid-Term Review di Tashkent, Uzbekistan, pada Desember 2026.

  • Pertemuan Komitmen (Pledging Meeting): Diperkirakan berlangsung pada Desember 2027.

  • Target Pembiayaan: Hasil akhir siklus IDA22 akan menentukan alokasi pendanaan konsesional bagi negara penerima hingga tahun 2031.

Sejak didirikan pada tahun 1960, IDA telah menyalurkan lebih dari US$632 miliar investasi pembangunan yang tersebar di 115 negara di berbagai belahan dunia.

Baca Juga: Rupiah Terus Tertekan Dolar AS, Bank Indonesia: Kami Optimalkan Kebijakan Moneter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *