FAKTABANDUNG.ID – Nasib malang menimpa siswa-siswi SDN Ciganas di Kampung Ciganas, Desa Munjul, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi.
Dua ruang kelas di sekolah tersebut mengalami kerusakan berat setelah bagian atap dan plafonnya ambruk pada Minggu (3/5/2026) pagi sekitar pukul 07.30 WIB.
Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, ambruknya bangunan tersebut berdampak langsung pada pelaksanaan ujian sekolah yang seharusnya digelar pada Senin ini.
Bangunan Lapuk Dimakan Usia
Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Ciambar, Dedi Supianto, mengungkapkan bahwa insiden tersebut murni disebabkan oleh kondisi bangunan yang sudah tidak layak.
Material kayu pada bagian atap diduga telah lapuk sehingga tidak lagi mampu menopang beban plafon.
“Dua ruang kelas pada bagian atap dan plafon ambruk dan rusak berat, (akibat) bangunan yang sudah lapuk (dimakan usia),” kata Dedi dalam keterangan tertulisnya, Senin (4/5/2026) malam.
Beruntung, peristiwa itu terjadi pada hari Minggu saat lingkungan sekolah dalam keadaan sepi, sehingga tidak ada guru maupun murid yang tertimpa reruntuhan material.
Siswa Gagal Ujian di Ruang Kelas
Dampak dari kerusakan tersebut sangat dirasakan oleh para siswa. Ruangan yang direncanakan sebagai lokasi ujian kini tidak dapat digunakan sama sekali demi alasan keamanan.
Pihak sekolah terpaksa mencari alternatif lain agar kegiatan akademik tetap bisa berjalan meski dalam keterbatasan.
“Anak-anak sekolah yang akan melaksanakan ujian tidak bisa memakai ruangan tersebut,” jelas Dedi.
Kebutuhan Mendesak Perbaikan
Pihak P2BK Ciambar bersama Forkopimcam dan pemerintah desa setempat telah meninjau langsung lokasi untuk melakukan penilaian (assessment) kerugian.
Informasi mengenai kerusakan ini pun telah diteruskan ke instansi terkait di tingkat Kabupaten Sukabumi agar segera mendapatkan penanganan.
Dedi menekankan bahwa perbaikan ruang kelas menjadi prioritas utama agar hak belajar siswa tidak terganggu lebih lama lagi.
“(Kami sudah melakukan) assessment ke lokasi kejadian dan koordinasi dengan Forkopimcam, pemerintah desa. Untuk kebutuhan mendesak berupa perbaikan ruang kelas,” tutup Dedi.
Kini, pihak sekolah dan orang tua murid berharap adanya percepatan renovasi dari Dinas Pendidikan setempat, mengingat ruang kelas merupakan fasilitas vital bagi kelangsungan pendidikan anak-anak di Desa Munjul.















