Dapat Jadi Jalur Prestasi, Antusiasme Sekolah di Kejurda Cheerleading 2026 Melonjak

Kejuaraan Daerah (Kejurda) Cheerleading 2026 yang berlangsung di GOR Pertamina Simprug pada Minggu (26/4/2026)/Dok. Ist.

FAKTABANDUNG.ID – Antusiasme dunia pendidikan terhadap olahraga cheerleading terus menunjukkan tren yang semakin positif. Hal ini terlihat dari gelaran Kejuaraan Daerah (Kejurda) Cheerleading 2026 yang berlangsung di GOR Pertamina Simprug, Jakarta Selatan, pada Minggu (26/4/2026), dengan partisipasi besar dari pelajar tingkat SD, SMP, hingga SMA.

Diselenggarakan oleh Federasi Cheerleading Seluruh Indonesia (FCSI), ajang ini diikuti oleh lebih dari 120 tim dan melibatkan sekitar 1.000 atlet dari tiga provinsi, yaitu Banten, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Tingginya partisipasi ini menunjukkan bahwa cheerleading semakin mendapat tempat sebagai salah satu ekstrakurikuler unggulan di sekolah.

Wakil Ketua Umum FCSI, Raymond Haryanto, mengungkapkan bahwa pada Kejurda tahun ini terdapat sekitar 32 kategori yang diperlombakan, mulai dari cheerleading hingga cheer dance dan urban dance.

“Jumlah peserta terus meningkat, dengan keterlibatan sekitar 30 sekolah. Bahkan, satu sekolah bisa menurunkan lebih dari satu tim. Ini menunjukkan antusiasme yang sangat tinggi, baik dari peserta maupun institusi pendidikan,” ujarnya.

Dari Ekstrakurikuler Menjadi Jalur Prestasi

Meningkatnya minat sekolah tidak terlepas dari perubahan cara pandang terhadap cheerleading. Kini, olahraga ini tidak lagi sekadar aktivitas tambahan, melainkan telah berkembang menjadi cabang olahraga prestasi yang memberikan dampak nyata bagi masa depan siswa.

Selain melatih kekuatan fisik dan mental, capaian dalam kompetisi cheerleading juga dapat menjadi nilai tambah dalam jalur prestasi untuk masuk sekolah maupun perguruan tinggi melalui kurasi oleh Puspresnas.

Raymond menambahkan, pembinaan cheerleading di Indonesia telah dimulai sejak 2005 dan terus berkembang dari DKI Jakarta ke berbagai wilayah di Pulau Jawa.

“Kami membangun sistem pembinaan berjenjang, dari daerah hingga nasional. Nantinya para juara Kejurda akan melaju ke Kejuaraan Nasional sekitar bulan Juni. Ini menjadi jalur penting menuju level yang lebih tinggi,” jelasnya.

Peran Sekolah dalam Membentuk Karakter dan Sportivitas

Lebih dari sekadar aktivitas fisik, cheerleading kini dipandang sebagai sarana efektif dalam membangun karakter siswa. Melalui latihan rutin dan kompetisi, siswa belajar tentang disiplin, kerja sama tim, kepercayaan diri, serta sportivitas.

Hal ini juga dirasakan langsung oleh pihak sekolah. Pembina ekstrakurikuler cheerleading Mahakam Sixer SMAN 6 Jakarta mengungkapkan bahwa dukungan sekolah menjadi faktor penting dalam perkembangan tim.

“Tidak semua ekstrakurikuler punya kesempatan ikut kejuaraan seperti ini. Karena ada jalur prestasi, sekolah sangat mendukung kami. Sertifikatnya juga bisa digunakan untuk SNBP, jadi siswa semakin termotivasi,” ujarnya.

Tim Mahakam Sixer sendiri secara konsisten menunjukkan prestasi, termasuk menjadi juara di Kejurda dan Kejurnas, serta meraih posisi kedua dalam kompetisi internasional di Thailand.

Lebih dari Kompetisi: Membangun Generasi Sportif

Ketua Panitia sekaligus Dewan Juri, Aga Fahlevi, menjelaskan bahwa Kejurda merupakan bagian dari sistem kompetisi berjenjang yang dimulai dari tingkat daerah hingga nasional.

“Kejuaraan daerah ini menjadi pintu awal. Setelah ini, para juara akan melanjutkan ke tingkat nasional. Dari sinilah pembinaan atlet berjalan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti tingginya antusiasme peserta tahun ini.
“Peserta meningkat signifikan dibanding tahun lalu, bahkan sempat membuat area pertandingan sangat padat. Ini menunjukkan minat terhadap cheerleading semakin besar, terutama dari jenjang SD dan SMA,” tambahnya.

Dalam hal penilaian, FCSI menerapkan standar yang ketat dengan fokus pada kerapihan, keamanan (safety), dan keterampilan (skill), serta melibatkan juri yang telah tersertifikasi.

Perkembangan Cheerleading di Indonesia Kian Menguat

Sejak dikembangkan secara terorganisir oleh FCSI pada 2005, cheerleading di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Dari yang awalnya berskala kecil, kini kompetisi telah berkembang menjadi ajang besar yang melibatkan ribuan atlet dan puluhan sekolah.

Konsistensi penyelenggaraan Kejurda sejak 2016 di berbagai daerah turut memperkuat ekosistem olahraga ini. Selain itu, perkembangan kategori seperti cheer dance dan urban dance menunjukkan bahwa cheerleading di Indonesia terus beradaptasi dengan tren dan standar global.

“Harapan kami, olahraga ini semakin dikenal luas dan bisa berkembang ke lebih banyak provinsi. Kami ingin cheerleading menjadi cabang olahraga yang setara dan mampu bersaing dengan cabang olahraga lainnya di Indonesia,” tutup Raymond.

Investasi Masa Depan Anak

Salah satu alasan utama sekolah semakin serius mengembangkan cheerleading adalah karena olahraga ini telah masuk dalam jalur prestasi non-akademik. Melalui kompetisi resmi FCSI, prestasi siswa dapat dikurasi oleh Puspresnas, menjadi nilai tambah dalam seleksi sekolah unggulan, hingga membuka peluang ke perguruan tinggi.

Perubahan ini turut menggeser perspektif orang tua. Cheerleading tidak lagi dipandang sekadar hobi, melainkan sebagai investasi masa depan anak—baik dari sisi prestasi, karakter, maupun kepercayaan diri.[mut]

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *