Daerah  

Atasi Lumpuhnya Jalur Selatan, KAI Daop 3 Cirebon Kerahkan 10 Bus untuk Evakuasi Penumpang

/Dok. Kompas.com

FAKTABANDUNG.ID  – PT KAI Daop 3 Cirebon bergerak cepat menangani ribuan penumpang yang tertahan akibat insiden anjloknya KA Bangunkarta di Stasiun Bumiayu.

Sepanjang Senin (6/4/2026) malam, otoritas kereta api mengerahkan sedikitnya 10 unit bus cadangan guna memastikan perjalanan penumpang menuju wilayah selatan Jawa tetap berlanjut.

Pengerahan armada bus ini dilakukan melalui skema overstappen atau pengalihan moda transportasi transit.

Penumpang dari Stasiun Cirebon dan Stasiun Cirebon Prujakan yang sedianya menggunakan kereta api, dialihkan menggunakan bus untuk menuju kota-kota seperti Purwokerto, Kutoarjo, hingga Kebumen.

Skema Evakuasi dan Komitmen Layanan

Manajer Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbudiddin, merinci bahwa 10 unit bus tersebut merupakan hasil kerja sama dengan operator otobus lokal, yakni 6 unit dari PO Bhinneka dan 4 unit dari PO Sahabat.

Langkah darurat ini diambil demi memitigasi dampak penutupan jalur hulu dan hilir di lokasi anjlokan.

“Langkah ini bagian dari upaya PT KAI Daop 3 menjaga kesinambungan layanan dan memastikan penumpang tiba di kota tujuan dengan aman dan selamat di tengah peristiwa yang terjadi, kami juga menyampaikan permohonan maaf atas peristiwa ini,” kata Muhibbudiddin saat dikonfirmasi pada Selasa (7/4/2026) pagi.

Rekayasa Jalur dan Pembatalan Perjalanan

Selain evakuasi menggunakan bus, KAI juga melakukan rekayasa operasi secara besar-besaran.

Beberapa rangkaian kereta api yang seharusnya melintasi jalur selatan terpaksa dialihkan memutar ke jalur utara melalui Semarang sebelum kembali menuju arah Solo.

Meski demikian, kendala operasional yang cukup berat memaksa pihak KAI untuk membatalkan beberapa jadwal perjalanan rute Jakarta–Purwokerto (PP) demi menghindari penumpukan antrean rangkaian di lintas utama.

Progres Normalisasi Jalur

Kabar baik mulai terlihat pada Selasa pagi. Setelah upaya evakuasi gerbong dilakukan secara maraton oleh tim teknis, satu jalur dilaporkan sudah mulai bisa dilalui kembali meskipun dalam pengawasan ketat.

Muhibbudiddin menyebutkan bahwa sejak pukul 05.44 WIB Selasa pagi tadi, kereta pertama sudah diizinkan melintasi titik lokasi anjlokan dengan kecepatan terbatas.

Saat ini, PT KAI Daop 3 Cirebon masih terus fokus melakukan normalisasi menyeluruh baik pada jalur maupun jadwal perjalanan agar pelayanan kembali pulih 100 persen.

Bagi calon penumpang yang terdampak pembatalan, disarankan untuk melakukan pengecekan status perjalanan secara berkala melalui aplikasi Access by KAI atau menghubungi pusat informasi di stasiun terdekat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *