Daerah  

Pasca-Kericuhan Tamansari: 20 Unit CCTV Dishub Bandung Padam Akibat Perusakan “Node Controller”

Ilustrasi/dok. radarbandung

FAKTABANDUNG.ID – Aksi anarkis yang pecah di kawasan Jalan Tamansari, Kota Bandung, menyisakan kerusakan parah pada sejumlah fasilitas publik.

Selain pos polisi dan kios warga, fasilitas infrastruktur digital milik Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung menjadi salah satu sasaran utama perusakan massa.

Berdasarkan pantauan di lokasi pada Sabtu (2/5/2026), puing-puing material dan sampah sisa kericuhan telah mulai dibersihkan.

Petugas kini fokus pada perbaikan rambu lalu lintas serta penghapusan vandalisme pada tembok flyover. Namun, dampak paling signifikan dirasakan pada jaringan pengawas kota.

Jaringan CCTV Pasteur-Tamansari Terputus

Massa dilaporkan merusak kotak kontrol atau node controller CCTV yang menjadi otak distribusi data kamera pengawas di kawasan tersebut.

Akibatnya, akses visual bagi masyarakat umum maupun petugas di sepanjang Jalan Tamansari hingga Pasteur sepenuhnya tumbang.

Komandan Teknisi Dishub Kota Bandung, Rustandi Arvey, menegaskan bahwa perangkat tersebut memang sengaja dihancurkan, bukan untuk tujuan pencurian.

“Sampai penyok ini nih (box), hardware-nya dirusak, ini bukan dicuri tapi dirusak,” kata Rustandi saat memeriksa kerusakan di Jalan Tamansari, Sabtu (2/5/2026).

Rustandi menjelaskan bahwa indikasi perusakan murni terlihat dari keberadaan komponen perangkat keras (hardware) yang masih berada di lokasi meskipun dalam kondisi hancur.

“Ini dirusak, otomatis tidak bisa berfungsi,” tambahnya.

Dampak Luas dan Rencana Pengamanan

Kerusakan ini tidak hanya berdampak di titik kericuhan, tetapi juga memutus mata rantai jaringan di kawasan sekitarnya.

Titik CCTV yang saat ini terganggu mencakup kawasan strategis seperti Pasteur, Pasir Kaliki (Paskal), Cihampelas, hingga Tamansari.

“Dampaknya dari Pasteur sampai sini keputus CCTV dan jaringannya,” ujar Rustandi.

Ia merinci sedikitnya ada 20 unit CCTV yang terdampak akibat rusaknya satu simpul kontrol tersebut. Di kawasan Pasteur saja, terdapat empat unit kamera yang kini tidak dapat diakses.

“Banyak di Pasteur aja ada empat, sekitar 20-an,” pungkasnya.

Sebagai langkah antisipasi di masa mendatang, Dishub Kota Bandung berencana memperkuat proteksi fisik pada kotak-kotak kontrol di titik rawan agar tidak mudah dijebol saat terjadi aksi massa serupa.

“Mungkin nanti dikrangkeng, biar tidak jebol seperti ini, rencananya. Tetap harus di sini, cuman bakal dikerangkeng,” jelas Rustandi.

Selain perangkat digital, kerusakan infrastruktur lainnya yang tercatat meliputi traffic light, papan penunjuk jalan, water barrier, pot bunga, videotron, hingga beberapa bangunan kios milik warga setempat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *