18 Jam dalam Kepungan Macet: Trauma Warga Lebanon Selatan Saat Mengungsi Menuju Beirut

/Dok. Ist

FAKTABANDUNG.ID – Perintah evakuasi mendadak dari militer Israel yang memaksa warga Lebanon Selatan pindah ke utara Sungai Litani memicu eksodus massal yang memilukan.

Ribuan keluarga harus meninggalkan rumah mereka dalam sekejap, menciptakan pemandangan horor di sepanjang jalan menuju Beirut yang kini berubah menjadi lautan kendaraan.

Haniya, seorang pengungsi yang berbicara kepada UNHCR, menggambarkan betapa melelahkannya perjalanan tersebut. Durasi tempuh yang biasanya singkat membengkak menjadi 18 jam akibat kemacetan total.

Kondisi ini sangat menyiksa, terutama bagi anak-anak dan lansia yang harus bertahan di dalam mobil yang sesak tanpa pasokan logistik yang memadai di tengah cuaca yang tak menentu.

Data dari Kementerian Kesehatan Lebanon mencatat lebih dari 83.847 orang telah kehilangan tempat tinggal. Rekaman visual menunjukkan banyak warga yang nekat berjalan kaki sambil menjinjing tas seadanya karena kendaraan mereka tidak bisa bergerak.

Krisis ini menjadi pengingat nyata betapa cepatnya konflik bersenjata menghancurkan tatanan hidup warga sipil dalam hitungan jam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *