Digitalisasi UMKM Bandung: GoFood Pangkas Waktu Pendaftaran Jadi 5 Menit

Faktabandung.id — Tantangan administratif seringkali menjadi batu sandungan bagi pelaku UMKM kuliner untuk merambah ekosistem digital.

Merespons kendala tersebut, GoFood (Grup GoTo) resmi membawa inisiatif “Maju Bersama GoFood” ke Bandung, Jawa Barat, pada Kamis (26/2).

Program ini menawarkan proses pendaftaran mitra merchant secara daring yang diklaim hanya memakan waktu lima menit.

​Langkah ekspansi ke Jawa Barat ini dilakukan setelah program serupa berjalan di Jakarta dan Makassar pada akhir 2025.

Baca Juga: Tinjau Lokasi Longsor Bandung Barat, Wapres Gibran Minta Prioritaskan Kelompok Rentan

Bandung dipilih karena posisinya sebagai pusat pertumbuhan industri makanan dan minuman (mamin) yang dinamis.

​Melalui aplikasi GoFood Merchant, calon mitra kini hanya perlu mengunggah KTP dan nomor rekening untuk mulai berjualan.

Selain itu, terdapat fitur scan menu berbasis teknologi pengenalan gambar yang memungkinkan daftar menu fisik dikonversi menjadi halaman toko digital secara otomatis.

​VP of Sales Gojek, Dani Oktobianto, menjelaskan bahwa penyederhanaan akses ini merupakan misi perusahaan untuk menciptakan inklusi teknologi.

​“Inovasi ‘Daftar GoFood Hanya Perlu 5 Menit’ kami hadirkan agar pelaku UMKM, khususnya di Bandung dan Jawa Barat, dapat lebih cepat masuk ke ekosistem digital. Kami ingin proses transformasi usaha mereka menjadi lebih praktis dan inklusif,” ujar Dani di Bandung.

​Meskipun potensi pasar besar, data Badan Pusat Statistik (BPS) akhir 2024 menunjukkan fakta kontras: dari 4,85 juta usaha mamin di Indonesia, baru sekitar 33,13 persen yang memanfaatkan internet untuk transaksi dan promosi.

​Kesenjangan ini mendorong perlunya kolaborasi antara sektor swasta dan pemerintah.

Direktur Jenderal Binalavotas Kementerian Ketenagakerjaan RI, Darmawansyah, menilai langkah ini sejalan dengan strategi penguatan kompetensi tenaga kerja di sektor informal.

​“Kolaborasi antara sektor swasta dan pemerintah menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem ekonomi digital yang inklusif. Dengan akses pelatihan dan teknologi yang mudah dijangkau, pelaku UMKM dapat meningkatkan produktivitas sekaligus membuka peluang kerja berkelanjutan,” ungkap Darmawansyah.

​Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Daerah Jawa Barat, Tatang Suryana, menekankan pentingnya digitalisasi agar UMKM lokal bisa bersaing di skala yang lebih luas.

​“Pemanfaatan teknologi membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha kuliner di Jawa Barat. Ini sekaligus memperkuat daya tahan ekonomi daerah,” jelas Tatang.

​Masuk ke platform digital hanyalah langkah awal.

Tantangan berikutnya adalah mempertahankan keberlangsungan bisnis. Terkait hal ini, para mitra yang bergabung akan mendapatkan akses ke:

  • ​Fitur Analitik: Memantau performa penjualan harian secara real-time.
  • ​Manajemen Promo: Mengatur strategi diskon secara mandiri.
  • ​Komunitas Partner GoFood (KOMPAG): Wadah edukasi dan berbagi pengalaman antar-pengusaha kuliner.

​Dani Oktobianto menutup dengan optimisme bahwa ekosistem digital yang berkelanjutan akan membantu UMKM Jawa Barat naik kelas.

“Kami ingin terus memperkuat peran sebagai mitra pertumbuhan UMKM,” pungkasnya.

BACA JUGA: Tim DVI Identifikasi 41 Kantong Jenazah Korban Longsor Cisarua Bandung Barat

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *