FAKTABANDUNG.ID – Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan percepatan pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi di Desa Dolok Nauli, Kecamatan Adian Koting, Kabupaten Tapanuli Utara.
Proyek yang mencakup 103 unit rumah ini ditargetkan mulai ditempati oleh warga pada Mei hingga Juni 2026.
Progres Fisik dan Standar Keamanan
Kepala BNPB, Letjen TNI Dr. Suharyanto, melakukan pengecekan langsung ke lokasi pembangunan pada Senin (20/4/2026) didampingi Wakil Bupati Tapanuli Utara, Deni Parlindungan.
Pembangunan ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah dengan Yayasan Buddha Tzu Chi.
Dari total 103 unit, sebanyak 70 unit pada tahap awal diproyeksikan rampung 100 persen pada Mei mendatang. Sementara itu, 33 unit sisanya sedang dalam proses pengerjaan tahap kedua.
Huntap ini dirancang dengan spesifikasi tahan gempa, menggunakan material bata merah, pondasi batu kali, serta tulangan besi pengikat. Setiap unit dilengkapi dengan dua kamar tidur, kamar mandi, dapur, lantai keramik, dan taman kecil.
“Hari ini saya melihat proses pembangunan 103 unit huntap. Target untuk 70 KK di bulan Mei sudah jadi 100 persen dan bisa segera ditempati. Saat ini, 33 unit rumah berikutnya juga sudah mulai dibangun sebagai kelanjutan tahap kedua,” jelas Suharyanto di sela-sela pengecekan lokasi.
Penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH)
Selama proses konstruksi berlangsung, BNPB memastikan kesejahteraan warga tetap terjaga melalui penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH).
Saat ini, masih terdapat 40 KK yang bertahan di Hunian Sementara (Huntara), sementara sisanya menumpang di rumah kerabat atau menyewa secara mandiri.
Pemerintah memberikan bantuan sebesar Rp600.000 per bulan untuk setiap kepala keluarga guna meringankan beban biaya sewa atau kebutuhan tinggal sementara.
“Penyaluran DTH sudah memasuki tahap kedua yang mencakup bulan April, Mei, dan Juni. Kita harapkan pada bulan Juni mendatang seluruh warga sudah bisa pindah ke hunian tetap ini, sehingga pemberian DTH tidak perlu diperpanjang lagi,” tambah Suharyanto.
Sinergi Pemulihan Pascabencana
Proyek relokasi di Desa Dolok Nauli ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan sektor swasta. Lokasi Huntap telah dipastikan berada di zona aman dari potensi banjir maupun tanah longsor.
Dengan rampungnya proyek ini, diharapkan masyarakat terdampak dapat segera memulai kehidupan baru di hunian yang lebih layak dan aman pada pertengahan tahun 2026.















