Kinerja Moncer Permata Bank Q1 2026, Strategi Selektif Jadi Kunci Pertumbuhan

/dok. Ist

FAKTABANDUNG.ID – PT Bank Permata Tbk membuka tahun 2026 dengan kinerja yang solid dan berkelanjutan. Hingga kuartal pertama, bank ini mencatat pertumbuhan laba bersih sebesar 16,6% secara tahunan (year-on-year/YoY), yang turut didukung oleh peningkatan pendapatan non-bunga sebesar 11,9% YoY.

“Di sisi penyaluran kredit, Permata Bank juga membukukan pertumbuhan sebesar 2,8% YoY menjadi Rp161 triliun per akhir Maret 2026,” kata Direktur Utama Permata Bank, Meliza Musa Rusli dalam keterangan tertulis yang dikutip redaksi, Senin (27/4/2026).

Pertumbuhan ini, lanjutnya, dicapai melalui strategi ekspansi yang selektif dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. Pendekatan tersebut memungkinkan bank menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan kualitas aset di tengah dinamika ekonomi global yang masih penuh tantangan.

Dukungan dari Bangkok Bank sebagai pemegang saham pengendali turut memperkuat posisi Permata Bank untuk terus memperkuat perannya sebagai bank lokal dengan visi internasional.

“Kolaborasi ini tidak hanya memperluas konektivitas bisnis lintas negara, tetapi juga meningkatkan kredibilitas bank sebagai institusi keuangan dengan jangkauan regional dan global,” ungkap Meliza.

Lebih lanjut dia menggungkapkan menegaskan bahwa capaian ini mencerminkan disiplin perusahaan dalam menjalankan strategi bisnis. Menurutnya, permodalan yang kuat, likuiditas yang terjaga, serta pertumbuhan kredit yang terukur menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas kinerja di tengah fluktuasi pasar.

Dari sisi likuiditas, kondisi Permata Bank tetap berada pada level yang sehat. Rasio Loan-to-Deposit Ratio (LDR) tercatat sebesar 87,1% per akhir Maret 2026, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, indikator likuiditas lainnya seperti Liquidity Coverage Ratio (LCR) berada di level 267,4% dan Net Stable Funding Ratio (NSFR) sebesar 122,9%, jauh di atas ketentuan minimum regulator.

Optimalisasi neraca juga mendorong peningkatan dana murah (CASA) menjadi 65,5%, naik dari 58,6% pada tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan keberhasilan strategi bank dalam menghimpun dana dengan biaya yang lebih efisien sekaligus memperkuat struktur pendanaan.

Dalam hal kualitas aset, Permata Bank tetap menjaga performa yang sehat. Rasio kredit bermasalah (NPL Gross) tercatat sebesar 2,2%, sementara Loan at Risk (LAR) berada di level 6,4%. Bank juga memperkuat cadangan risiko dengan NPL Coverage mencapai 355,7% dan LAR Coverage sebesar 120,6%, mencerminkan pendekatan konservatif dalam mengelola risiko kredit.

Penyaluran kredit terutama didorong oleh segmen korporasi yang tumbuh 6,5% YoY menjadi Rp98,2 triliun, serta segmen komersial yang meningkat 1,8% YoY menjadi Rp19,7 triliun. Strategi ini menunjukkan fokus bank dalam mendukung sektor produktif sekaligus menjaga kualitas portofolio.

Dari sisi permodalan, Permata Bank mencatatkan posisi yang sangat kuat. Rasio Capital Adequacy Ratio (CAR) mencapai 33,9% dan Common Equity Tier 1 (CET-1) sebesar 25,9%. Angka ini menempatkan Permata Bank sebagai salah satu bank dengan permodalan terbaik di Indonesia, sekaligus memberikan ruang untuk ekspansi bisnis di masa depan.

Di lini syariah, kinerja Permata Bank Syariah juga menunjukkan tren positif. Laba operasional sebelum provisi mencapai Rp198,4 miliar, tumbuh 5,3% YoY. Pertumbuhan ini didukung oleh peningkatan pendapatan operasional dan efisiensi biaya yang konsisten.

“Ke depan, unit syariah akan terus memperkuat strategi dengan memperluas jaringan komunitas dan meningkatkan inklusi keuangan berbasis syariah. Hal ini sejalan dengan komitmen untuk menghadirkan layanan yang lebih inklusif dan relevan bagi masyarakat,” ungkap Meliza.

Permata Bank juga memperkenalkan inisiatif “Syariah untuk Semua” sebagai bagian dari upaya memperluas akses layanan keuangan syariah. Pendekatan ini menekankan bahwa layanan syariah dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat, mulai dari perencanaan ibadah hingga kebutuhan finansial sehari-hari.

Selain itu, bank terus memperluas kolaborasi strategis untuk memperkuat hubungan dengan nasabah dan mendorong profitabilitas jangka panjang. Salah satu bentuk kolaborasi tersebut adalah dukungan terhadap Adeging Mangkunegaran ke-269, yang mencakup berbagai kegiatan seperti Mangkunegaran Run 2026 dan bazar UMKM.

Melalui partisipasi dalam kegiatan budaya berskala internasional ini, Permata Bank berharap dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus memperkuat ekosistem bisnis yang berkelanjutan.

Secara keseluruhan, kinerja Permata Bank di awal 2026 mencerminkan fondasi bisnis yang kuat, strategi yang disiplin, serta komitmen untuk terus tumbuh secara berkelanjutan di tengah tantangan ekonomi global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *