Ketahanan Energi Nasional: Negara-Negara ASEAN Serentak Terapkan WFH Guna Hemat BBM

/Dok. Fn

FAKTABANDUNG.ID – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel sejak akhir Februari 2026 telah memaksa negara-negara di Asia Tenggara untuk mengambil langkah ekstrem.

Guna mengamankan anggaran negara dari lonjakan harga minyak mentah dunia, kebijakan bekerja dari rumah (Work From Home/WFH) kini resmi menjadi instrumen ketahanan energi nasional di kawasan ASEAN.

Respons Serentak di Berbagai Negara

Baca Juga: KPK Dukung Kebijakan WFH dan Efisiensi Energi bagi ASN

Sejumlah negara telah mengeluarkan instruksi resmi untuk memangkas mobilitas kendaraan pribadi demi menurunkan ketergantungan pada bahan bakar minyak (BBM):

  • Malaysia: Per 15 April, WFH diwajibkan bagi ASN, pegawai badan hukum, hingga karyawan BUMN. Selain itu, pemerintah memangkas kuota bensin bersubsidi menjadi 200 liter per bulan.

    “Kabinet telah menyetujui kebijakan kerja dari rumah. Ini bertujuan untuk mengurangi konsumsi bahan bakar dan memastikan pasokan energi tetap stabil,” ujar Perdana Menteri Anwar Ibrahim, sebagaimana dikutip dari The Straits Times.

  • Thailand: Sejak Maret 2026, Thailand menerapkan WFH bagi pegawai negeri dan mengimbau sektor swasta mengikuti langkah tersebut. PM Anutin Charnvirakul bahkan menginstruksikan penghematan energi ekstrem seperti penggunaan tangga daripada lift dan imbauan memakai kemeja lengan pendek agar suhu AC bisa dinaikkan untuk menghemat listrik.

  • Filipina: Mengambil langkah unik dengan skema empat hari kerja sepekan bagi ASN sejak 9 Maret 2026. Selain pemadatan jadwal, kantor pemerintah dilarang memasang suhu AC di bawah 24 derajat Celcius guna menekan konsumsi energi.

Langkah Antisipasi di Indonesia dan Vietnam

Indonesia juga tidak luput dari tren penghematan ini. Sebagai bagian dari blok ASEAN, pemerintah Indonesia telah memulai skema WFH minimal satu hari dalam sepekan bagi ASN.

Sektor swasta sangat dianjurkan untuk mengadopsi kebijakan serupa guna mengantisipasi fluktuasi harga energi global yang dipicu konflik Iran.

Sementara itu, Vietnam turut mendorong kerja jarak jauh secara masif.

Pemerintah Vietnam juga secara aktif mengimbau warganya untuk beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum sebagai upaya kolektif menekan pemborosan energi nasional.

Transformasi cara kerja ini bukan lagi sekadar tren pasca-pandemi, melainkan strategi bertahan hidup di tengah ketidakpastian global.

Dengan mengurangi jutaan perjalanan harian, negara-negara ASEAN berharap dapat menjaga cadangan energi tetap aman dan mencegah inflasi yang lebih dalam akibat biaya transportasi yang meroket.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *