Daerah  

Operasi SAR Besar-besaran di Kali Kriyan: 78 Personel Gabungan Sisir Sungai Hingga Muara Laut

FAKTABANDUNG.ID – Memasuki hari kedua, tim SAR gabungan mengerahkan 78 personel untuk mencari Afandi Akbar (11), bocah yang dilaporkan hilang setelah hanyut di aliran Kali Kriyan, Kelurahan Kesepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon.

Pencarian pada Selasa (5/5/2026) siang ini diperluas hingga mencakup radius 1,5 kilometer dari titik awal kejadian menuju muara laut.

Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, serta relawan dan masyarakat setempat, bekerja ekstra cepat mengingat adanya potensi kiriman air dari hulu sungai.

Strategi Penyisiran Tiga Sektor

Koordinator SAR Pos Basarnas Cirebon, Syarif Prabowo, menjelaskan bahwa operasi hari ini menggunakan strategi pembagian sektor untuk memastikan setiap sudut sungai terperiksa secara mendetail.

“Kita maksimalkan dari titik awal laporan kejadian sampai ke muara dengan membagi tiga sektor. Fokus utama kami tetap pada 500 meter awal dari lokasi jatuhnya korban,” ungkap Syarif saat ditemui di lokasi pencarian, Selasa siang.

Dalam operasi ini, tim menyiagakan empat unit perahu (dua perahu karet dan dua fiber).

Selain penyisiran air, petugas juga melakukan metode body rafting atau penyisiran manual di pinggiran sungai yang memiliki kontur sulit dan tak terjangkau perahu.

Terkendala Cuaca dan Suhu Air

Sebelumnya, pada Senin malam, tim sempat mengerahkan teknologi canggih berupa drone thermal untuk mendeteksi suhu tubuh korban di tengah kegelapan. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil akibat faktor alam.

“Penggunaan drone thermal sudah kami maksimalkan tadi malam, namun tidak terdeteksi. Kondisi hujan dan suhu air yang mendingin membuat perangkat sulit memantau tanda-tanda keberadaan korban,” tambah Syarif.

Kronologi Kejadian: Bermain Saat Arus Deras

Insiden memilukan ini bermula pada Senin (4/5/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Korban bersama beberapa rekannya diketahui sedang bermain air dan melompat ke sungai.

Lurah Kesepuhan, Paramayudha Kuswara, menyebutkan bahwa sebenarnya ada dua anak yang sempat hanyut terbawa arus deras, namun satu anak berhasil diselamatkan warga.

“Ya, tadi ada laporan dari Pak RW 02 Mandalangan, bahwa ada anak dari warga Mandalangan, tiga orang, yang main air cebur-ceburan sungai ini. Dua orang hanyut, satu berhasil terselamatkan, dan satu lagi masih dalam pencarian,” kata Paramayudha.

Korban yang hilang, Afandi Akbar, merupakan warga RW 02 Mandalangan. Petugas baru menerima laporan resmi sekitar pukul 17.05 WIB, yang segera ditindaklanjuti dengan pengerahan tim evakuasi ke lokasi.

Hingga berita ini diturunkan, arus Kali Kriyan terpantau mulai tenang dibandingkan sore kemarin.

Meski demikian, tim SAR tetap bersiaga dan mempertimbangkan opsi penggunaan tim penyelam jika ditemukan tanda-tanda keberadaan korban di dasar sungai.

Masyarakat di sekitar bantaran sungai pun turut membantu memantau area muara guna mempercepat proses penemuan korban.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *