Sambut Ramadan dan Lebaran 1447 H, Pertamina NRE Siagakan Satgas RAFI Pantau Pasokan Energi Bersih

FAKTABANDUNG.ID – Menghadapi lonjakan kebutuhan energi selama periode Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) resmi mengaktifkan Satuan Tugas Ramadan dan Idul Fitri (Satgas RAFI).

Langkah ini diambil untuk menjamin stabilitas dan keandalan operasional seluruh pembangkit energi terbarukan di bawah naungan perusahaan.

Pjs. Corporate Secretary Pertamina NRE, Rika Gresia Wahyudi, menegaskan bahwa pembentukan satgas ini merupakan komitmen nyata perusahaan dalam menjaga pasokan energi bersih.

Fokus utamanya adalah memastikan seluruh fasilitas energi terbarukan beroperasi secara optimal di tengah peningkatan aktivitas masyarakat.

 “Pengaktifan Satgas RAFI sangat vital guna memastikan seluruh aset dan operasional energi bersih yang dikelola Pertamina NRE tetap berjalan andal dan aman, sehingga dapat terus mendukung pasokan listrik nasional selama Ramadan hingga Idul Fitri,” ujar Rika dalam keterangannya, Senin (9/3/2026).

Pemantauan Real-Time 24 Jam
Satgas RAFI bertugas melakukan pengawasan intensif terhadap seluruh portofolio pembangkit, mulai dari panas bumi, tenaga surya, hingga energi rendah karbon lainnya.

Proses monitoring dilakukan selama 24 jam penuh, baik melalui tim lapangan di berbagai wilayah kerja maupun melalui ruang kendali terpusat di kantor pusat Pertamina NRE Jakarta.

Untuk menunjang efektivitas, Pertamina NRE memanfaatkan sistem digital New Renewable Energy Optimization and Visualization (NOVA).

Teknologi ini memungkinkan pemantauan aset secara real-time dan terintegrasi.

Selain itu, perusahaan juga memastikan kesiapan personel di lapangan melalui penerapan emergency response untuk koordinasi penanganan keadaan darurat maupun situasi kritis.

Kekuatan Portofolio Energi Bersih
Saat ini, Pertamina NRE mengelola portofolio energi bersih dengan total kapasitas terpasang mencapai 2,551 GW.

Kontribusi besar datang dari sektor panas bumi yang dikelola oleh anak usaha, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE), dengan total kapasitas 727,5 MW.

Wilayah kerja ini tersebar di Kamojang dan Karaha (Jawa Barat), Ulubelu (Lampung), Lahendong (Sulawesi Utara), Lumut Balai (Sumatera Selatan), serta Sibayak (Sumatera Utara).

Selain panas bumi, Pertamina NRE juga mengandalkan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) melalui afiliasi PT Jawa Satu Power (JSP) dengan kapasitas raksasa sebesar 1.760 MW.

Di sektor tenaga surya, terdapat 261 unit PLTS berkapasitas total 55,69 MW yang tersebar di berbagai wilayah operasional, ditambah dengan operasional Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) berkapasitas 2,4 MW.

Menjaga Ketahanan Energi Nasional
Melalui pengaktifan Satgas RAFI 2026, Pertamina NRE mempertegas perannya dalam mendukung ketahanan energi nasional.

Fokus utama perusahaan adalah memastikan penyaluran energi tetap stabil saat konsumsi listrik diprediksi meningkat tajam menjelang Idul Fitri.

Upaya ini merupakan bentuk kehadiran perusahaan di semua lini penyaluran energi demi memberikan rasa nyaman bagi masyarakat dalam menjalankan ibadah di bulan suci.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *