Tabrakan Maut Argo Bromo vs KRL di Bekasi Timur: Catatan Kelam Transportasi di April 2026

FAKTABANDUNG.ID – Dunia transportasi tanah air kembali berduka. Insiden tragis di perlintasan sebidang JPL 85 Ampera, Bekasi, pada Senin (27/4/2026) malam, menjadi puncak dari rentetan kecelakaan yang melibatkan taksi listrik Green SM.

Bukan sekadar kecelakaan tunggal, kejadian ini memicu efek domino yang mengakibatkan tabrakan antar-kereta dan merenggut banyak nyawa.

Dilansir dari otodetik, Berdasarkan keterangan resmi Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, pada Selasa (28/4/2026), kronologi bermula saat armada taksi listrik hijau diduga mogok di tengah rel dan tertemper KRL Commuter Line.

Insiden ini mengacaukan sistem perkeretaapian di Stasiun Bekasi Timur, menyebabkan satu rangkaian KRL tertahan di stasiun.

Nahas, KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah belakang menghantam KRL yang sedang berhenti tersebut. Dampaknya sangat fatal; sebanyak 7 penumpang dilaporkan meninggal dunia, sementara 81 orang lainnya harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat luka-luka.

Saat ini, pihak KAI menyerahkan investigasi sepenuhnya kepada KNKT untuk mengungkap penyebab teknis di balik kegagalan sistem tersebut.

Ironisnya, catatan menunjukkan bahwa ini adalah kali ketiga taksi listrik Green SM terlibat kecelakaan di perlintasan kereta api.

Pada 10 Oktober 2025, insiden pertama terjadi di Cengkareng, Jakarta Barat, akibat pengemudi yang berhenti terlalu dekat dengan rel. Tak lama berselang, pada 31 Desember 2025, armada yang sama kembali dihantam kereta di Kemayoran setelah nekat menyeberang tepat setelah satu kereta melintas.

Pihak Green SM Indonesia menyatakan belasungkawa dan berkomitmen mendukung penuh proses investigasi. Meski perusahaan menekankan standar keselamatan tinggi, pola kecelakaan yang berulang ini memicu desakan publik akan evaluasi menyeluruh terhadap operasional taksi listrik di area rawan seperti perlintasan sebidang.[dit]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *