Kalah Terhormat di Final, Hector Souto: Seluruh Asia Tenggara Kini Mulai Menghormati Futsal Indonesia

/Dok. FFI

FAKTABANDUNG.ID – Perjuangan Timnas Futsal Indonesia untuk mempertahankan takhta juara harus terhenti di partai puncak.

Pasukan Garuda dipaksa mengakui keunggulan tuan rumah Thailand dengan skor tipis 1-2 dalam laga final yang berlangsung di Nonthaburi Hall, Bangkok, Minggu (12/4).

Jalannya Pertandingan

Indonesia sebenarnya sempat membuka harapan besar setelah unggul terlebih dahulu melalui aksi Andres Dwi Persada Putra pada menit ke-16.

Namun, petaka muncul di penghujung babak pertama saat Indonesia melakukan pelanggaran keenam.

Thailand mendapatkan penalti dari titik kedua yang dieksekusi sempurna oleh kapten Itticha Praphaphan, hanya dua detik sebelum turun minum.

Di babak kedua, Thailand berhasil membalikkan keadaan melalui tendangan keras Panat Kittipanuwong.

Skor 2-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan, memastikan Thailand merengkuh gelar juara Piala AFF Futsal untuk ke-17 kalinya.

Kekecewaan Terhadap Keputusan Wasit

Usai laga, pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya terhadap kepemimpinan wasit, terutama terkait akumulasi pelanggaran yang berujung penalti bagi lawan.

“Saya pikir kami memiliki enam pelanggaran yang, menurut saya, tidak semuanya adalah pelanggaran. Dan saya jujur jika saya mengatakan bahwa saya merasa terlalu dihukum oleh wasit. Jadi, mereka bisa menyamakan kedudukan dengan tendangan 10 meter, sementara sebelumnya kami unggul satu nol,” kata Souto.

Meski demikian, pelatih asal Spanyol tersebut tetap memberikan apresiasi setinggi langit atas performa anak asuhnya yang mampu mengontrol permainan di babak pertama.

“Sejujurnya, saya sangat bangga dengan para pemain dan staf kami. Ya saya pikir klub mereka di Indonesia dan teman-teman mereka di Indonesia pasti bangga kepada mereka, atas pekerjaan yang mereka lakukan. Mereka memainkan pertandingan yang luar biasa,” tambahnya.

Indonesia Raih Hormat Asia Tenggara

Walaupun gagal menyamai pencapaian tahun 2024, Souto menilai perkembangan futsal Indonesia telah berada di jalur yang benar.

Ia yakin performa militan yang ditunjukkan sepanjang turnamen telah mengubah pandangan negara-negara tetangga terhadap kekuatan futsal Indonesia.

Souto juga secara ksatria memberikan ucapan selamat kepada Thailand yang kembali mendominasi turnamen ini.

“Secara keseluruhan, kami kalah. Selamat untuk Thailand. Mereka mendapatkan trofi, mereka mendapatkan kemenangan, tetapi saya pikir kami mendapatkan rasa hormat dari semua orang karena para pemain ini bekerja dengan sangat baik. Dan semua orang di Asia Tenggara mulai menghormati Indonesia,” pungkas Souto.

Dengan hasil ini, Indonesia harus puas membawa pulang medali perak, sementara Thailand mempertegas dominasi mereka sebagai raja futsal di kawasan Asia Tenggara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *