Nilai Investasi Tembus Rp336 Triliun, Proyek Raksasa LNG Blok Masela Resmi Dimulai

Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meresmikan groundbreaking PSN Blok Masela di Maluku pada Kamis (16/7/2026), menandai babak baru proyek migas raksasa senilai Rp336 Triliun./(Dok. Ist)

FAKTABANDUNG.ID — Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meresmikan peletakan batu pertama (groundbreaking) Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, pada Kamis (16/7/2026).

Momentum ini menandai fase baru percepatan salah satu proyek minyak dan gas bumi (migas) terbesar di Indonesia setelah sempat mengalami penundaan selama puluhan tahun.

Kepastian agenda strategis tersebut disampaikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia setelah menghadiri rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (15/7/2026) malam.

“Nanti kita lihat ya. Tapi insya Allah Presiden akan meresmikan groundbreaking Blok Masela,” ujar Bahlil memberikan konfirmasi kepada awak media.

Kendati demikian, Bahlil menyebut kepastian mengenai format kehadiran Kepala Negara masih bersifat dinamis.

Baca Juga: Presiden Prabowo Minta Jampidsus Febrie Adriansyah Mundur Secara Jentelmen

Otoritas terkait belum bisa memastikan apakah Presiden Prabowo akan terbang langsung ke Kepulauan Tanimbar atau memimpin jalannya upacara secara virtual dari Jakarta.

“Nanti diputuskan bapak presiden sendiri,” tambah Bahlil singkat.

Akhir Penantian 28 Tahun Proyek Raksasa

Langkah groundbreaking ini menjadi tonggak sejarah penting bagi ketahanan energi nasional.

Proyek LNG Abadi Blok Masela, yang dioperatori oleh Inpex Corporation melalui Inpex Masela Ltd, sebelumnya berulang kali terhambat oleh berbagai kendala klasik, mulai dari perdebatan perubahan skema pengembangan (onshore/offshore), revisi rencana pembangunan (PoD), hingga dinamika pergantian mitra investasi.

Proyek yang berlokasi di Laut Arafura ini tercatat memiliki nilai investasi fantastis mencapai sekitar 20 miliar dolar AS atau setara dengan Rp336,78 triliun.

Blok Masela diproyeksikan memiliki potensi kapasitas produksi gas hingga mencapai 1.200 juta kaki kubik standar per hari (MMscfd).

Percepatan proyek ini juga menjadi salah satu fokus diplomasi ekonomi pemerintah.

Saat melakukan kunjungan kenegaraan ke Jepang pada Maret 2026 lalu, Presiden Prabowo secara khusus menginstruksikan percepatan penyelesaian proyek ini guna memperkuat daya tarik investasi sektor energi sekaligus mengamankan pasokan gas nasional.

Sejak hak konsesi pertama kali diberikan kepada Inpex pada tahun 1998, proyek ini praktis sempat tertahan selama 28 tahun tanpa progres signifikan di lapangan.

Melalui momentum groundbreaking ini, pemerintah memasang target optimistis agar lapangan gas raksasa ini dapat mulai beroperasi penuh dan berproduksi (on-stream) pada periode 2029-2030.

Sesuai dengan cetak biru kebijakan energi nasional, sekitar 40 persen dari total hasil produksi gas Blok Masela akan dialokasikan wajib untuk memenuhi kebutuhan industri domestik, sedangkan 60 persen sisanya akan ditujukan untuk pasar ekspor guna mendulang devisa negara.

Baca Juga: Strategi Baru Presiden Prabowo: Perkuat Ekonomi Nasional lewat Transformasi Digital

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *