Pemkot Bandung Salurkan Bantuan Pangan untuk Warga Rentan

Pemkot Bandung Salurkan Bantuan Pangan untuk Warga Rentan

FaktaBandung.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, Jawa Barat, kembali menyalurkan bantuan pangan melalui program Pangan untuk Daerah Rentan Rawan Pangan dan Stunting (Pangersa) pada 2026.

Program ini menyasar warga di 16 kelurahan yang tergolong rentan pangan atau memiliki risiko stunting.

Bantuan tersebut berupa beras, ikan lele segar, daging ayam, dan telur. Penyaluran ini bertujuan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan sehat sekaligus mendukung pemenuhan gizi keluarga.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar, mengatakan program Pangersa ditujukan bagi warga yang memiliki keterbatasan akses terhadap bahan pangan berkualitas.

“Yang kita berikan ada beras, ikan segar, daging ayam segar dan telur. Mudah-mudahan ini bisa menjadi konsumsi yang sehat, sekaligus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pangan sehat,” kata Gin Gin di Kelurahan Cigondewah Kaler, dikutip 21 Oktober 2026.

Pada 2026, bantuan Pangersa disalurkan dalam dua tahap. Tahap pertama berlangsung pada awal Oktober, sedangkan tahap kedua menjadi penyaluran terakhir tahun ini.

Program yang berjalan sejak 2023 tersebut memasuki tahun ketiga pelaksanaan. Dari 16 kelurahan sasaran, delapan wilayah masuk kategori rentan pangan dan delapan lainnya berisiko stunting.

Di Kelurahan Cigondewah Kaler, Kecamatan Bandung Kulon, bantuan diberikan kepada 167 kepala keluarga (KK). Sementara itu, sekitar 129 KK di Kelurahan Cibuntu juga menerima bantuan serupa.

Setiap keluarga memperoleh 5 kilogram beras, daging ayam segar setara 1 kilogram, telur ayam setara 1 kilogram, serta 1 kilogram ikan lele segar.

Gin Gin menjelaskan, penerima diprioritaskan dari masyarakat yang belum mendapatkan bantuan sosial lainnya. Namun, keterbatasan anggaran membuat jumlah penerima masih terbatas, meskipun kebutuhan masyarakat yang memenuhi kriteria dinilai lebih besar.

“Mudah-Mudahan tahun depan bisa ada penambahan jumlah penerima, termasuk dari sisi kuantitas bantuan. Saat ini baru dua kali penyaluran, mudah-mudahan ke depan bisa lebih dari dua kali,” ujarnya.

Program Pangersa mendapat sambutan positif dari warga penerima. Dede Yani (40), warga Cigondewah Kaler, mengaku bersyukur karena bantuan tersebut meringankan pemenuhan kebutuhan pangan keluarganya.

“Alhamdulillah, sangat terbantu. Mudah-mudahan masih ada lagi dan programnya bisa berlanjut,” kata Dede.

Menurutnya, beras, ikan, telur, dan daging ayam yang diterima dapat memenuhi kebutuhan lauk-pauk keluarga selama beberapa hari. Jika digunakan secara bergantian, persediaan tersebut bahkan bisa mencukupi kebutuhan hingga sekitar satu minggu.

Hal serupa disampaikan A Sunarya (50), warga Kelurahan Cibuntu. Ia merasa senang menerima bantuan di tengah kebutuhan rumah tangga yang harus terus dipenuhi.

“Saya sangat gembira dalam situasi seperti ini ada bantuan Pangersa. Mudah-mudahan bantuan seperti ini terus ada dan lebih sering membantu masyarakat yang membutuhkan,” tuturnya.

Pemkot Bandung berharap program Pangersa dapat memperkuat ketahanan pangan keluarga dan membantu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, terutama kelompok rentan yang berisiko mengalami masalah gizi dan stunting.[dit]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *