FAKTABANDUNG.ID – Masalah sampah di Jawa Barat yang telah menahun akhirnya menemui titik terang.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi menjalin kerja sama dengan delapan pemerintah kabupaten/kota untuk mengubah sampah menjadi energi listrik (waste to energy).
Penandatanganan kesepakatan strategis ini dilakukan di Ruang Command Center, Plaza Kuningan, Jakarta Selatan, pada Selasa (7/4/2026).
Acara ini dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurafiq, serta para kepala daerah dari Bandung Raya, Bogor, Depok, Cianjur, dan Purwakarta.
Solusi Cepat Setelah Penantian Panjang
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memberikan apresiasi atas efektivitas koordinasi kali ini.
Ia sempat menyentil bagaimana rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah ini sebelumnya selalu terhambat oleh proses birokrasi yang berlarut-larut.
“Jadi setelah bertahun-tahun kita ngurusin agar punya pembangkit listrik tenaga sampah, sampahnya dirubah jadi energi listrik, ratusan kali rapat, ratusan kali studi banding, ratusan kali kunjungan ke luar negeri,” ujar Dedi sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya yang dikonfirmasi ulang, Selasa (7/4/2026).
Mantan Bupati Purwakarta ini mengaku terkejut karena kebuntuan selama bertahun-tahun tersebut justru bisa diselesaikan secara kilat melalui komunikasi yang intens dan efisien.
“Ternyata selesai dengan tiga kali pertemuan. Satu kali telepon, dua kali pertemuan,” terang Dedi.
Fokus di Sarimukti dan Kayu Manis
Sebagai langkah awal, proyek ambisius ini akan mulai dikerjakan di dua lokasi utama, yaitu TPA Sarimukti di Kabupaten Bandung Barat (KBB) dan Kayu Manis di Kota Bogor.
Proyek ini diproyeksikan menjadi solusi nyata untuk memangkas tumpukan sampah yang selama ini membebani wilayah tersebut.
“Sekarang sudah ditekan. Nanti kita akan punya pembangkit listrik tenaga sampah dalam bahasa Pak Menteri, waste to energy,” ucapnya.
Target Energi Bersih dan Lingkungan Sehat
Dedi berharap program ini tidak hanya sekadar memindahkan masalah sampah ke tempat pembuangan, tetapi benar-benar mengubahnya menjadi manfaat ekonomi berupa pasokan listrik bagi kebutuhan masyarakat luas.
Di akhir keterangannya, Dedi Mulyadi menekankan komitmen pemerintah untuk menyelesaikan masalah sampah secara tuntas melalui teknologi energi terbarukan ini.
“Kita selesaikan. Buanglah sampah di pembangkit listrik,” pungkas Dedi.
Dengan ditandatanganinya kesepakatan ini, Jawa Barat kini bersiap memasuki era baru pengelolaan limbah modern yang ramah lingkungan sekaligus produktif secara energi.













