CIAMIS – Perjalanan mudik Idulfitri 1447 H menjadi ujian berat bagi Saeful Tony (63).
Pemudik asal Cikarang, Bekasi, ini terpaksa melakukan perjalanan ribuan langkah kaki menuju kampung halamannya di Karanganyar, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, setelah uang ongkos busnya raib digondol copet di terminal.
Meski tanpa uang sepeser pun, rasa rindu kepada keluarga mengalahkan segalanya.
Saeful nekat memulai perjalanan panjangnya sejak dua minggu lalu, berjalan di bawah terik matahari dan beristirahat di masjid-masjid yang ia temui di sepanjang jalur mudik.
Pertemuan di Pos Pelayanan Karangkamulyan
Langkah lelah Saeful akhirnya terhenti di daerah Karangkamulyan, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, pada Rabu (18/03).
Sosoknya yang tampak kepayahan menarik perhatian Aipda Agus Narto, anggota Propam Polres Ciamis yang tengah bertugas di Pos Pelayanan Operasi Ketupat.
“Saat saya berjaga di Pos Pelayanan Karangkamulyan, ada bapak-bapak yang jalan kaki membawa tas,” ujar Aipda Agus Narto saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kamis (19/03).
Agus menceritakan bahwa saat itu Saeful terlihat sangat kelelahan dengan pandangan mata yang tampak mencari bantuan di kiri dan kanan jalan.
“Terus saya keluar (pos) dan tanya, bapak mau ke mana? Dijawab saya mau pulang ke Karanganyar, Kabupaten Kebumen,” kenang Agus menirukan percakapannya dengan Saeful.
Dua Minggu Bertahan dari Sedekah
Kepada petugas, Saeful mengaku sudah berjalan kaki selama dua minggu penuh dari Cikarang hingga tiba di Ciamis.
Untuk bertahan hidup, pria lansia ini mengandalkan sedekah dari orang-orang baik yang ia temui di jalan untuk sekadar makan.
“Perjalanan dari Cikarang sampai ketemu saya di Karangkamulyan itu, selama dua minggu,” kata Agus yang mengaku terkejut mendengar perjuangan Saeful.
Tiket Pulang dari Sang Polisi
Merasa iba melihat kondisi fisik Saeful yang sudah sangat menurun, Aipda Agus Narto segera berinisiatif memberikan pertolongan.
Ia mengantarkan Saeful ke Terminal Bus Kota Banjar dan mencarikan bus jurusan Jawa Tengah.
Tak hanya mengantar, Agus juga melunasi seluruh ongkos perjalanan Saeful agar ia tidak perlu lagi berjalan kaki hingga ke Kebumen.
Setelah memastikan Saeful duduk nyaman di dalam bus, Agus melepasnya dengan doa tulus.
“Mudah-mudahan sampai tempat tujuan dengan aman, nyaman dan selamat,” pungkas Agus.
Aksi heroik anggota Polri ini menjadi pengingat di tengah hiruk-pikuk arus mudik bahwa kepedulian sekecil apa pun dapat menjadi kebahagiaan besar bagi mereka yang sedang kesulitan.















