Daerah  

Trotoar Cicadas Mulai “Bernapas”, Pemkot Bandung Bongkar Lapak PKL demi Penataan Kota

Ilustrasi/Dok. detiknews

FAKTABANDUNG.ID – Wajah kawasan Cicadas Market mulai berubah seiring langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung yang melakukan pembongkaran sejumlah lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) sejak Senin (20/4/2026).

Penataan ini berhasil menampakkan kembali fasilitas guiding block bagi disabilitas yang selama bertahun-tahun tertutup oleh kios pedagang.

Meski bertujuan untuk mengembalikan fungsi trotoar, kebijakan ini memicu beragam reaksi dari para pedagang yang telah lama menggantungkan hidup di kawasan tersebut.

Dilema Penataan vs Penggusuran

Bagi sebagian pedagang, pembongkaran ini dianggap sebagai pukulan telak.

Herman, salah seorang pedagang di Cicadas, mengungkapkan keberatannya. Ia berpendapat bahwa jika tujuannya adalah keindahan kota, pemerintah seharusnya melakukan renovasi fisik, bukan meratakan lapak.

“Kalau mau mah kan dibenerin aja kalau emang pengen ditata lagi. Jangan dibongkar gini, gimana nanti jualannya,” keluh Herman saat berbincang dengan detikJabar.

Kekhawatiran Herman kian mendalam menyusul isu bahwa pembongkaran ini merupakan tahap awal dari proyek infrastruktur yang lebih besar, yakni pembangunan lintasan Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya.

“Kan isunya buat dibangun BRT, otomatis atuh pasti ke yang lain juga bakal dibongkar. Yang jadi korban kan kita lagi aja, pedagang di sini,” tambahnya.

Harapan Relokasi yang Layak

Di sisi lain, tidak semua pedagang menolak rencana pemerintah. Yul, pedagang lainnya, menyatakan kesiapannya untuk pindah asalkan pemerintah menjamin lokasi baru yang strategis.

Ia mengingatkan bahwa kondisi ekonomi pedagang pasar luring saat ini sedang tidak baik-baik saja.

“Kita mah patuh-patuh aja, cuma sepadan enggak tempat relokasinya. Karena jujur, sekarang PKL itu cuma bisa bertahan jualan. Udah susah kondisinya, jangan ditambah lagi,” tutur Yul.

Komitmen Pemerintah dan Transformasi Digital

Menanggapi dinamika di lapangan, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa penataan ini telah melewati proses dialog.

Ia memastikan pemerintah tidak bertindak semena-mena dan telah mengantongi kesepakatan dengan pihak pengelola.

“Saya bersyukur bahwa sudah ada kesepakatan dengan para pengelola PKL di Cicadas. Perlahan kita akan melakukan perbaikan, bentuk perbaikan dan pemberdayaannya kita lihat nanti,” jelas Muhammad Farhan.

Selain penataan fisik, Farhan juga mendorong para PKL untuk mulai melirik potensi pasar yang lebih luas agar mampu bersaing di era modern.

“Karena bagaimanapun juga saatnya PKL melihat bahwa ekonomi digital sebagai salah satu solusi,” pungkasnya.

Langkah penataan di Cicadas ini diharapkan dapat menciptakan keseimbangan antara hak pejalan kaki, estetika kota, dan keberlangsungan ekonomi para pedagang kecil di tengah perubahan moda transportasi publik di Bandung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *