FAKTABANDUNG.ID – Percikan api dari gerinda besar menandai pemusnahan massal ratusan knalpot bising (brong) di Mapolres Cimahi, Kamis (12/3/2026).
Langkah ini dilakukan Polres Cimahi guna menjamin situasi mudik Idul Fitri 1447 Hijriah yang aman dan nyaman, mengingat Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat merupakan jalur utama perlintasan pemudik.
Kapolres Cimahi, AKBP Niko N. Adi Putra, menegaskan bahwa penindakan terhadap knalpot brong merupakan respon langsung atas keresahan warga.
“Kita musnahkan knalpot bronk atau knalpot tidak sesuai spesifikasi karena memang banyak keluhan dari masyarakat. Dan ini demi kenyamanan pengendara saat mudik nanti,” kata Niko.
Pemberantasan Narkotika dan Penyakit Masyarakat
Selain knalpot tidak standar, polisi juga memusnahkan berbagai barang bukti tindak pidana lainnya yang berhasil disita selama operasi cipta kondisi.
Ribuan botol minuman keras (miras) dan puluhan kilogram narkotika berbagai jenis turut dihancurkan.
“Kemudian ada ganja yang kurang lebih jumlahnya 47 kilogram, sabu juga kurang lebih 2,5 ons, dan juga ada OKT 10 ribu butir. Lalu kita musnahkan juga miras yang kurang lebih tadi ada hampir 3 ribu botol miras,” jelas Niko merinci hasil tangkapan jajarannya.
Keamanan Rumah Kosong dan Patroli Malam Takbiran
Menghadapi musim mudik, AKBP Niko mengimbau masyarakat agar proaktif melapor kepada pengurus lingkungan sebelum meninggalkan rumah dalam keadaan kosong.
Langkah ini penting untuk memudahkan pengawasan kepolisian melalui Bhabinkamtibmas.
“Kemudian nanti anggota kami juga melalui bhabinkamtibmas akan melakukan pengawasan ke permukiman. Ada juga nanti anggota yang disiagakan melakukan patroli mencegah adanya potensi kriminalitas pada musim mudik,” tambahnya.
Kewaspadaan kepolisian juga akan ditingkatkan pada malam takbiran guna mencegah tindak kriminalitas di tengah euforia masyarakat.
Satgas khusus telah disiapkan untuk melakukan patroli rutin di titik-titik rawan.
“Nanti ada satgas penindakan kita siagakan untuk patroli sebagai langkah pencegahan adanya penyakit masyarakat. Ini adalah bentuk upaya kita untuk bisa terus memberantas terkait dengan hal-hal seperti itu,” pungkas Niko.















