FAKTABANDUNG.ID – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan yang positif sepanjang tahun buku 2025.
Melalui kombinasi disiplin pengelolaan keuangan dan optimalisasi operasional di sektor hulu hingga hilir, subholding gas Pertamina ini membukukan pendapatan sebesar US$ 3,9 miliar, atau naik 5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Keberhasilan ini didorong oleh strategi efisiensi biaya yang signifikan.
PGN mencatat penurunan beban umum dan administrasi sebesar US$ 33,3 juta atau sekitar 17 persen.
Selain itu, kontribusi laba dari entitas patungan (joint venture) turut memperkuat posisi keuangan perusahaan dengan capaian sebesar US$ 76,4 juta.
Ketahanan Fundamental dan Arus Kas
Meskipun dinamika industri energi cukup menantang, PGN menunjukkan ketahanan fundamental dengan raihan EBITDA sebesar US$ 971,2 juta.
Perusahaan juga mengantongi arus kas operasional positif senilai US$ 657,1 juta. Untuk laba operasi, PGN mencatatkan angka US$ 519,6 juta, sementara laba bersih mencapai US$ 215,4 juta.
Angka laba bersih tersebut dipengaruhi oleh penyesuaian nilai aset hulu yang bersifat non-cash.
Di sektor hulu sendiri, PGN optimistis terhadap keberlanjutan kinerja masa depan karena terdapat beberapa sumur yang memiliki potensi peningkatan produksi.
Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, menjelaskan bahwa performa perusahaan ditopang oleh portofolio bisnis yang terdiversifikasi, mulai dari segmen transmisi, distribusi gas bumi, LNG, hingga kontribusi dari anak perusahaan dan afiliasi.
“Kami konsisten menerapkan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan arus kas dan portofolio, termasuk langkah selektif pada proyek prioritas. Strategi ini penting untuk memperkuat ketahanan korporasi dalam menghadapi tantangan ke depan,” jelas Fajriyah.
Fokus Transisi Energi Nasional
Ke depan, PGN berkomitmen memperkuat perannya dalam mendukung transisi energi nasional.
Hal ini diwujudkan melalui pengembangan infrastruktur gas bumi yang terintegrasi dan berkelanjutan di seluruh wilayah Indonesia.
Dengan penguatan fundamental bisnis dan efisiensi yang berkelanjutan, perseroan yakin dapat menjaga stabilitas usaha di tengah ketidakpastian pasar global.
Langkah-langkah strategis ini diharapkan mampu menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi para pemangku kepentingan serta memastikan ketersediaan energi ramah lingkungan bagi masyarakat.













