FAKTABANDUNG.ID – Bupati Bandung, Dadang Supriatna, melakukan langkah “jemput bola” dengan mendatangi pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di Kabupaten Bandung.
Dalam audiensi dengan Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, Roy Rizali Anwar, di Jakarta pada Senin (4/5/2026), Dadang secara resmi mengusulkan sejumlah proyek strategis, mulai dari pembangunan flyover hingga pembukaan akses tol baru.
Langkah ini diambil guna mengurai titik-titik kemacetan parah yang selama ini menjadi keluhan utama masyarakat di wilayah penyangga Kota Bandung tersebut.
“Ini bagian dari ikhtiar kami menjemput bola ke pemerintah pusat, agar pembangunan di Kabupaten Bandung bisa berjalan lebih cepat, merata, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Dadang, Selasa (5/5/2026).
Fokus Penguraian Kemacetan Kopo dan Soroja
Salah satu usulan prioritas adalah pembangunan Flyover Kopo. Dadang menilai jembatan layang ini merupakan solusi jangka panjang yang paling efektif untuk memecah kepadatan kendaraan yang kronis di kawasan Kopo.
Selain itu, Pemkab Bandung mengusulkan optimalisasi Tol Soroja (Soreang-Pasir Koja). Usulan tersebut mencakup pembangunan akses on/off ramp serta overpass baru di STA 1+950.
Dadang juga mendesak pengaktifan kembali Tol Gate KM 149 A Purbaleunyi yang mengarah ke Cileunyi guna memperlancar konektivitas antarwilayah.
Pemerataan Infrastruktur hingga ke Pelosok
Bupati menekankan bahwa pembangunan infrastruktur tidak boleh hanya berorientasi pada wilayah perkotaan.
Dalam daftar usulannya, ia juga memasukkan proyek-proyek yang menjangkau wilayah pelosok dan pusat ekonomi baru, di antaranya:
Exit Tol Getaci di kawasan Tegalluar.
Akses Tol Katapang untuk mempermudah mobilitas industri dan warga.
Pembangunan Jalan Lingkar Majalaya.
Rencana jalur Tol Soroja-Ciwidey-Cidaun untuk mendukung sektor pariwisata dan akses ke Jawa Barat bagian selatan.
Optimisme Dukungan Pusat
Dadang menyatakan optimismenya bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan pusat akan membuahkan hasil nyata dalam mengatasi keterbatasan akses jalan di Kabupaten Bandung secara bertahap.
“Dengan dukungan pemerintah pusat, kami optimistis berbagai persoalan seperti kemacetan, akses jalan, hingga konektivitas wilayah bisa ditangani secara bertahap dan terukur,” pungkasnya.
Pertemuan ini diharapkan segera ditindaklanjuti oleh Kementerian Pekerjaan Umum dengan pengkajian teknis dan pengalokasian anggaran agar proyek-proyek strategis tersebut dapat segera masuk ke tahap konstruksi.













