FAKTABANDUNG.ID – Aksi tak biasa dilakukan jajaran Polsek Dramaga untuk membongkar praktik peredaran obat keras ilegal di wilayah Kabupaten Bogor.
Demi mendekati target tanpa menimbulkan kecurigaan, Kapolsek Dramaga Iptu AM Zalukhu terjun langsung dengan melakukan penyamaran sebagai seorang ustaz.
Strategi “intelijen” ini membuahkan hasil. Polisi berhasil meringkus dua pemuda berinisial W (22) dan J (20) yang diduga kuat sebagai pengedar obat terlarang jenis Tramadol dan Exymer di area belakang Terminal Laladon pada Kamis (16/4/2026).
Strategi Penyamaran di Titik Tersembunyi
Penangkapan ini berawal dari laporan warga yang resah dengan aktivitas mencurigakan di area tersembunyi terminal.
Mengingat lokasi transaksi berada di posisi yang sangat sulit dipantau secara terang-terangan, Iptu AM Zalukhu memutuskan untuk menggunakan identitas samaran.
“Itu posisinya paling ujung di belakang, jadi kalau ada yang mau ke sana itu pasti mau beli kalau ramai-ramai pasti ketauan makanya nyamar jadi pak ustaz dulu ke sana,” kata Zalukhu, Jumat (17/4/2026).
Setelah melakukan pengintaian jarak dekat dan memastikan adanya aktivitas jual-beli, petugas langsung bergerak cepat melakukan penyergapan.
Di lokasi kejadian, polisi tidak hanya menangkap dua pengedar, tetapi juga mendapati dua orang pembeli yang tengah bertransaksi.
Ribuan Butir Obat dan Uang Hasil Penjualan Disita
Dalam penggeledahan tersebut, pihak kepolisian berhasil mengamankan barang bukti dalam jumlah besar.
Berbagai jenis obat keras tanpa izin edar ditemukan di tangan para pelaku dengan rincian:
487 butir Tramadol
226 butir Exymer
184 butir obat warna kuning
228 butir obat warna putih
Uang tunai senilai Rp 439.500 yang diduga merupakan hasil penjualan hari itu.
“Total 1.125 butir obat keras tanpa izin diamankan,” jelas Zalukhu.
Pengembangan Jaringan
Saat ini, kedua pelaku beserta ribuan butir barang bukti telah dibawa ke Mapolsek Dramaga untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Pihak kepolisian menegaskan tidak akan berhenti pada penangkapan dua pemuda ini dan berkomitmen untuk menelusuri pemasok utama di balik jaringan tersebut.
“Masih dalam pendalaman,” pungkasnya mengenai pengembangan jaringan obat keras di wilayah hukum Dramaga.















