Imbas Konflik Timur Tengah, Harga Plastik di Kota Bandung Meroket hingga Rp5.000

/Dok. Garuda TV

FAKTABANDUNG.ID – Ketegangan geopolitik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel mulai memberikan dampak nyata bagi sektor ekonomi mikro di Kota Bandung.

Para pelaku usaha kecil kini mengeluhkan lonjakan harga plastik dan kertas nasi yang naik signifikan dalam tiga minggu terakhir.

Kenaikan ini memaksa para pedagang memutar otak untuk menekan biaya operasional tanpa harus menaikkan harga jual kepada konsumen.

Dilansir dari Kompas Bandung, Praptiwi (40), seorang pemilik warung nasi di Cisaranten Kulon, Arcamanik, mengungkapkan bahwa harga plastik ukuran 15 x 30 mengalami kenaikan yang cukup menguras kantong.

Plastik jenis warna putih dan hitam yang semula dibanderol Rp7.000 per pak, kini melonjak menjadi Rp10.000.

“Kenaikannya bisa Rp 3.000 sampai Rp 5.000,” kata Praptiwi saat ditemui, Minggu (5/4/2026).

Kertas Nasi Ikut Naik, Pedagang Lakukan Efisiensi

Selain plastik, beban pedagang bertambah dengan naiknya harga kertas nasi dari Rp25.000 menjadi Rp30.000 per pak.

Meski biaya modal membengkak, Praptiwi memilih untuk tidak menaikkan harga makanan demi menjaga loyalitas pelanggan. Ia menyiasatinya dengan cara melakukan efisiensi penggunaan kemasan.

“Sekarang lebih dihemat. Misalnya yang biasanya pakai dua plastik, sekarang cukup satu saja,” ucapnya.

Menurutnya, meskipun plastik bukan bahan baku utama, keberadaannya sangat krusial untuk membungkus makanan pelanggan.

Modal Usaha Membengkak

Kondisi serupa dialami oleh Dadan (42), seorang pedagang yang memasok barang-barang kebutuhan serba Rp2.000 ke berbagai warung. Ia menyebutkan kenaikan terjadi pada hampir semua jenis plastik, termasuk plastik OPP.

“Yang biasanya Rp 40.000 sekarang jadi Rp 50.000, seperti plastik OPP dan plastik untuk makanan,” ujar Dadan.

Dadan mengeluhkan kenaikan yang terjadi secara mendadak dan tidak bertahap.

Hal ini berdampak langsung pada modal usahanya yang semula hanya membutuhkan Rp1 juta per bulan untuk pengadaan plastik, kini membengkak menjadi Rp1,3 juta. Sama seperti Praptiwi, Dadan masih bimbang untuk menaikkan harga jual produknya.

“Kalau harga dinaikkan, takut pembeli berkurang. Jadi cari alternatif plastik yang lebih murah,” katanya.

Para pedagang kecil di Kota Bandung berharap pemerintah dapat melakukan intervensi atau kebijakan tertentu agar harga plastik kembali stabil.

“Ya minta harga plastik kembali normal. Cukup berat kalau harganya terus naik,” pungkas Dadan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *