FAKTABANDUNG.ID – Intensitas hujan yang tinggi memicu luapan Kali Cimanceri dan merendam ratusan rumah warga di wilayah Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Akibat bencana yang terjadi sejak Sabtu (4/4/2026) tersebut, sejumlah warga terpaksa mengungsi ke tempat ibadah.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M. Adam Hamdani, menjelaskan bahwa banjir dipicu oleh curah hujan ekstrem yang berlangsung dalam durasi lama. Kondisi ini diperparah dengan pendangkalan aliran sungai.
“Berdampak ke pemukiman warga,” kata Adam dalam keterangan tertulisnya, Minggu (5/4/2026).
Ribuan Jiwa Terdampak di Dua Desa Banjir tercatat melanda dua wilayah utama, yakni Desa Kabasiran dan Desa Cibunar.
Berdasarkan data BPBD, di Desa Kabasiran terdapat 53 unit rumah yang terdampak, sementara di Desa Cibunar angka terdampak mencapai 456 unit rumah.
Secara total, terdapat 459 Kepala Keluarga (KK) dengan 1.397 jiwa yang merasakan dampak langsung dari luapan sungai tersebut.
Ketinggian air di lokasi pun bervariasi dan sempat mencapai titik yang membahayakan.
“Ketinggian air sekitar 50 sentimeter sampai 200 sentimeter,” tambah Adam.
Kerugian Material dan Kondisi Pengungsi Meski tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden ini, sebanyak 60 KK dari Desa Cibunar sempat dievakuasi dan mengungsi sementara ke masjid terdekat saat debit air mencapai puncaknya.
Mengenai kerusakan fisik bangunan, BPBD melaporkan tidak ada rumah yang roboh, namun warga mengalami kerugian material yang cukup signifikan.
“Tidak ada kerusakan rumah, hanya kerugian elektronik,” ungkapnya.
Kondisi Terkini dan Upaya Penanganan Hingga Minggu siang, genangan air di pemukiman warga dilaporkan sudah berangsur surut. Warga mulai kembali ke rumah masing-masing untuk melakukan pembersihan sisa material banjir.
Namun, Adam menekankan perlunya solusi jangka panjang dari instansi terkait untuk mencegah peristiwa serupa terulang kembali.
“Banjir dikarenakan hujan deras yang cukup lama dan Kali Cimanceri mendangkal,” pungkas Adam.
Pemerintah daerah diharapkan segera melakukan normalisasi atau pengerukan pada aliran Kali Cimanceri guna mengembalikan daya tampung sungai, terutama saat menghadapi puncak musim penghujan.















