FAKTABANDUNG.ID – Menjelang peta politik 2029, spekulasi mengenai pendamping Prabowo Subianto mulai menghangat. Direktur ABC Riset & Consulting, Erizal, memberikan analisis mengejutkan pada Sabtu, 4 April 2026.
Ia menyarankan agar Prabowo tidak lagi melirik Gibran Rakabuming Raka atau Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk periode kedua, melainkan mempertimbangkan tokoh senior PDIP, Pramono Anung.
Erizal menilai duet Prabowo-Pramono memiliki harmoni yang lebih kuat dan “enak didengar” secara politik. Alasan utamanya adalah rekam jejak Pramono yang dikenal sebagai tokoh penghubung antar-faksi besar.
Ia diterima dengan baik oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), memiliki kedekatan khusus dengan Joko Widodo, dan merupakan kader loyal di bawah naungan Megawati Soekarnoputri.
Kemampuan Pramono untuk bergerak di berbagai rezim menjadi nilai jual tinggi. Saat SBY berkuasa, ia menjadi komunikator utama, begitu pula saat era Jokowi. Kini, di masa pemerintahan Prabowo, ia memegang peran krusial sebagai penyambung lidah antara Megawati dan Presiden.
Fleksibilitas inilah yang dianggap mampu menciptakan stabilitas politik yang lebih solid dibandingkan nama-nama populer lainnya.[dit]















