Daerah  

Viral Dugaan Pungli di Bukit Paniisan Sentul, Pemkab Bogor: Itu Tarif Resmi BUMDes untuk Asuransi

/Dok. Pikiran Rakyat Koran

FAKTABANDUNG.ID – Pemerintah Kabupaten Bogor memberikan klarifikasi resmi terkait video viral yang menarasikan adanya praktik pungutan liar (pungli) di jalur trekking Bukit Paniisan, Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang.

Setelah dilakukan peninjauan lapangan, dipastikan bahwa biaya sebesar Rp 15.000 per orang tersebut adalah tarif resmi yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Kabupaten Bogor, Ria Marlisa, menegaskan bahwa biaya tersebut bukan pungli, melainkan instrumen untuk menjamin keselamatan para pendaki.

“Tarif tersebut merupakan bagian dari pengelolaan jalur wisata oleh BUMDes, termasuk untuk asuransi dan fasilitas keselamatan sebagai upaya menghindari risiko kecelakaan di jalur tidak resmi,” ujar Ria saat dihubungi, Selasa (31/3/2026).

Langkah Antisipasi Jalur Ilegal

Ria menjelaskan bahwa pengetatan di lapangan dilakukan karena masih banyak wisatawan yang mencoba melintasi jalur ilegal yang memiliki risiko kecelakaan lebih tinggi.

Petugas di lapangan bertugas mengarahkan pengunjung ke jalur resmi agar mereka masuk dalam sistem perlindungan asuransi.

“Warga yang terlihat dalam video bukan melakukan pungli, tetapi hanya mengarahkan wisatawan ke jalur resmi yang dikelola BUMDes dengan tarif Rp 15 ribu per orang, ini sebagai upaya menghindari risiko kecelakaan di jalur tidak resmi,” imbuhnya.

Rincian Alokasi Dana Rp 15.000

Senada dengan Disparekraf, Kepala Desa Karang Tengah, Suhandi, menjelaskan bahwa skema pembiayaan ini dilakukan secara transparan.

Dari total biaya tersebut, dana dibagi untuk keperluan administratif asuransi dan operasional warga yang berjaga di lapangan.

“Memang ada biaya Rp 15.000 per orang. Itu sudah termasuk asuransi, pertolongan pertama, dan fasilitas seperti tandu jika terjadi kecelakaan,” ucap Suhandi.

Lebih lanjut, Suhandi merinci bahwa pihak BUMDes hanya mengambil bagian sekitar Rp 5.000 untuk keperluan tiket dan premi asuransi.

Sisanya, sebesar Rp 10.000, digunakan untuk biaya operasional pengelolaan oleh warga setempat yang bertindak sebagai pemandu dan tim penolong.

Pentingnya Sistem Keamanan di Medan Ekstrem

Mengingat jalur trekking di Sentul berada di kawasan hutan dengan medan yang cukup ekstrem, sistem penanganan insiden sangat diperlukan.

Pemerintah Desa berharap melalui penjelasan ini, wisatawan tidak lagi salah paham dan menyadari bahwa biaya tersebut dikembalikan dalam bentuk fasilitas keamanan dan kenyamanan saat berwisata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *