FAKTABANDUNG.ID – Fenomena cuaca ekstrem berupa angin puting beliung menerjang Desa Mekarsari, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, pada Senin (30/3/2026) sore.
Meski berlangsung kurang dari 10 menit, pusaran angin tersebut mengakibatkan puluhan rumah rusak dan menumbangkan pohon-pohon besar hingga melumpuhkan akses transportasi.
Kepala Urusan (Kaur) Perencanaan Desa Mekarsari, Ujang Fuad Hasbi, menjelaskan bahwa bencana ini terjadi sekitar pukul 15.05 WIB.
Fenomena ini dipicu oleh pertemuan massa udara yang sangat kontras di wilayah tersebut sebelum hujan turun.
“Cuaca saat itu di arah utara sangat pekat (mendung tebal), sementara di selatan masih terang. Terjadi pertemuan suhu panas dan dingin tepat di wilayah kami,” ujar Ujang saat memberikan keterangan, Selasa (31/3/2026).
Kronologi dan Dampak Kerusakan
Berdasarkan pendataan pihak desa, angin bergerak dari arah utara menuju selatan.
Titik awal kerusakan dimulai dari RW 10, di mana lima rumah warga terdampak. Pusaran angin kemudian menyapu wilayah RW 03 dan RW 05, menumbangkan pohon besar, serta merusak sejumlah fasilitas publik.
Salah satu dampak paling parah dialami oleh kediaman warga dan gedung sekolah dasar di wilayah tersebut.
“Di RW 03, satu rumah milik warga atas nama Purnama Taufan seluruh bagian atapnya terbang terbawa angin. Selain itu, gedung SD Negeri Cibodas dan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) juga terdampak,” ucap Ujang.
Data sementara menunjukkan total 22 rumah mengalami kerusakan, dengan rincian empat unit rusak berat pada bagian atap dan sisanya rusak ringan.
Fasilitas kesehatan berupa Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) juga dilaporkan mengalami kerusakan.
Penanganan Cepat dan Gotong Royong
Sesaat setelah kejadian, personel gabungan dari BPBD Kabupaten Bandung, Tagana, Polsek Pacet, hingga Satpol PP langsung dikerahkan untuk membersihkan material pohon tumbang menggunakan gergaji mesin agar akses jalan utama kembali terbuka.
“Alhamdulillah, sekitar 30 menit setelah kejadian, jalan sudah bisa dilalui kembali karena petugas langsung turun membawa gergaji mesin (chainsaw),” katanya.
Pada Selasa (31/3) pagi, satu kompi personel Brimob turut diterjunkan ke lokasi untuk membantu warga dan pihak sekolah melakukan perbaikan. Di SDN Cibodas, sekitar 100 keping genteng dilaporkan tersapu angin, namun struktur bangunan secara umum dinyatakan masih kokoh.
Peristiwa ini menjadi catatan kelam bagi warga setempat, mengingat Desa Mekarsari terakhir kali diterjang puting beliung skala besar pada tahun 2011 silam.
Hingga saat ini, warga bersama aparat masih terus bergotong-royong memperbaiki kerusakan agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal.














