FAKTABANDUNG.ID – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, angkat bicara mengenai rumor kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang santer dikabarkan mulai berlaku 1 April 2026.
Di tengah lonjakan harga minyak dunia yang menyentuh angka 115 dolar AS per barel, pemerintah menegaskan komitmennya untuk menjaga daya beli masyarakat.
Dalam konferensi pers di Jepang, Senin (30/3/2026), Bahlil menyatakan bahwa hingga saat ini harga BBM subsidi di dalam negeri masih diupayakan stabil atas arahan langsung Presiden Prabowo Subianto.
“Harga sekarang sudah mencapai 115 dolar. Oh di dalam negeri masih stabil. Insyaallah atas arahan Bapak Presiden untuk BBM subsidi sampai dengan sekarang saya pikir Bapak Presiden punya hatilah untuk memperhatikan rakyat kecil,” ujar Bahlil.
Keputusan di Tangan Presiden
Bahlil menekankan bahwa segala kebijakan strategis mengenai energi, terutama yang berdampak langsung pada masyarakat luas, sepenuhnya merupakan wewenang Presiden.
Ia meminta publik untuk bersabar menunggu keputusan resmi dari Kepala Negara.
Baca Juga: Stok BBM Nasional Kritis? Menteri Bahlil Targetkan Penambahan Storage dalam 3 Bulan
“Percayalah nanti tunggu tanggal mainnya Bapak Presiden akan memutuskan seperti apa untuk kebaikan rakyat bangsa dan negara,” tegasnya.
Mekanisme Harga BBM Industri dan Nonsubsidi
Terkait kabar kenaikan BBM nonsubsidi sebesar 10 persen, Bahlil menjelaskan bahwa mekanisme harga untuk sektor industri memang berbeda.
Merujuk pada Peraturan Menteri ESDM tahun 2022, harga BBM industri bergerak dinamis mengikuti fluktuasi pasar global tanpa perlu pengumuman formal.
“Kalau yang industri tanpa diumumkan pun dia terus terjadi berdasarkan harga pasar. Jadi mau diumumkan atau tidak diumumkan dia akan mengikuti harga pasar. Itu yang industri,” jelas Bahlil.
Ia juga menambahkan bahwa BBM dengan oktan tinggi seperti RON 95 dan 98 mayoritas dikonsumsi oleh kalangan mampu, sehingga pergerakan harganya tidak membebani subsidi negara.
Fokus pada Keberlanjutan Subsidi
Fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan subsidi tetap sasaran dan melindungi masyarakat ekonomi lemah. Bahlil meyakinkan bahwa setiap kebijakan yang diambil akan melalui pertimbangan matang terhadap kondisi riil di lapangan.
“Nah tadi saya katakan bahwa subsidi tunggu tanggal mainnya insyaallah saya yakinkan bahwa Bapak Presiden dalam membuat kebijakan selalu mempertimbangkan dan memprioritaskan tentang kondisi masyarakat. Insyaallah baik nanti tunggu tanggal mainnya ya,” pungkasnya.















