Daerah  

Antisipasi Tumpukan Sampah Lebaran 2026, DLH Kota Bandung Kerahkan 571 Petugas di Malam Takbir

/Dok. ayobandung.id

FAKTABANDUNG.ID – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung menyiapkan strategi khusus guna mengantisipasi lonjakan volume sampah selama perayaan Idul Fitri 2026.

Fokus utama petugas adalah memastikan ruas jalan protokol tetap bersih, terutama saat malam takbir dan menjelang pelaksanaan salat Idul Fitri.

Kepala DLH Kota Bandung, Darto, menyatakan bahwa pihaknya akan menyiagakan ratusan petugas penyapu jalan yang akan bekerja ekstra selama dua hari perayaan lebaran.

“Penyapu jalan normal, akan ada lembur. Rencananya 571 orang plus-plus kita akan kerahkan. Fokusnya di malam takbir, kita turunkan kekuatan penuh,” kata Darto, Kamis (12/3/2026).

Fokus di 17 Ruas Jalan Utama

Ratusan petugas tersebut nantinya akan disebar di 17 titik ruas jalan utama yang menjadi pusat mobilitas masyarakat.

DLH menargetkan pembersihan total dilakukan sebelum aktivitas ibadah salat Id dimulai.

“Karena gini, apapun caranya kan di malam takbir itu harus kosong dari sampah. Tidak boleh ada sampah di jalan-jalan dan tertumpuk. Itu harus kita habiskan,” ungkap Darto.

TPS Ditutup Sementara, Warga Diminta Tahan Sampah

Selain pengerahan pasukan penyapu jalan, DLH Kota Bandung juga merencanakan penutupan seluruh Tempat Pembuangan Sampah (TPS) selama 2 hingga 3 hari saat lebaran.

Skema ini dilakukan agar proses pengosongan sampah di titik-titik krusial dapat berjalan optimal pada malam takbir.

“Malamnya, pas malam takbir, sudah kita kosongkan. Nanti kita minta menahan sampah tidak di bawa ke TPS sampai dengan hari kedua. Nanti hari ketiga baru kita mulai buka lagi,” jelasnya.

Imbauan Pengolahan Mandiri

Guna mendukung kebijakan penutupan sementara TPS tersebut, Darto mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam mengelola sampah rumah tangga.

Meski demikian, pemerintah tetap menyiagakan petugas pengolah dan pemilah sampah (Gaslah) sebagai langkah antisipasi di lapangan.

“Nanti kita minta tahan sampah dulu selama 2 hari, maksimal 3 hari. Nanti di hari ketiga kita jemput lagi sampahnya,” pungkas Darto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *