FAKTABANDUNG.ID – Indonesia menghadapi tantangan besar dalam mencetak generasi unggul, di mana satu dari lima balita masih mengalami stunting.
Menjawab persoalan ini, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk melakukan gebrakan melalui integrasi bantuan nutrisi fisik dengan teknologi digital.
Program ini dirancang bukan sekadar bantuan sesaat, melainkan intervensi berkelanjutan yang terukur secara presisi, dilansir pada 28 Februari 2026.
BACA JUGA: Registrasi Kartu SIM Biometrik: Langkah Baru Telkomsel Cegah Penipuan
Kunci dari efektivitas program Telkom terletak pada platform Stunting Action Hub. Alat digital ini berfungsi memantau parameter vital anak, mulai dari tinggi badan hingga status gizi, secara real-time.
Dengan data yang terstruktur, pemerintah dan pihak terkait dapat mengevaluasi efektivitas intervensi gizi di sembilan provinsi prioritas, termasuk wilayah NTT dan Sulawesi Selatan, sehingga bantuan tidak lagi salah sasaran.
SGM Social Responsibility Telkom, Hery Susanto, menegaskan bahwa logistik saja tidak cukup tanpa ekosistem data yang kuat. Hingga awal 2026, ribuan anak telah merasakan manfaat dari program ini.
BACA JUGA: Membangun Lingkungan dan Masa Depan Kerja Ala Telkom Indonesia
Langkah ini sejalan dengan target nasional menurunkan angka stunting hingga 14% serta mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin ketiga mengenai kehidupan sehat dan sejahtera.
Kolaborasi antara kekuatan digital telco dan aksi lapangan ini membuktikan bahwa teknologi adalah kunci dalam menyelesaikan masalah kemanusiaan yang mendasar.
Dengan pemantauan berbasis data, visi Indonesia Emas 2045 untuk memiliki sumber daya manusia yang berdaya saing global menjadi kian realistis untuk dicapai.[dit]















