Lampaui Target Bappenas, MOOC Pintar Kemenag Tembus 1,3 Juta Peserta di 2025

Kepala Pusbangkom SDM Pendidikan dan Keagamaan Mastuki. (Dok. Ist)

Faktabandung.id, NASIONAL – Platform massive open online course (MOOC) Pintar Kementerian Agama (Kemenag) mencatat pencapaian impresif sepanjang tahun 2025. Pusat Pengembangan Kompetensi SDM Pendidikan dan Keagamaan Kemenag melaporkan bahwa platform pembelajaran digital ini telah diikuti oleh 1.304.546 peserta.

Kepala Pusbangkom SDM Pendidikan dan Keagamaan, Mastuki, menyatakan bahwa angka tersebut berhasil melampaui target nasional yang ditetapkan Bappenas, yakni sebesar 1,3 juta peserta.

“Melampaui target 1,3 juta peserta bukan hanya kebanggaan, tetapi juga amanah yang harus terus kami perkuat. Ini membuktikan bahwa pembelajaran berbasis digital di Kementerian Agama semakin dipercaya dan dibutuhkan oleh masyarakat,” ujar Mastuki di Jakarta, Senin.

Mastuki menjelaskan, pencapaian ini menjadi bukti nyata keberhasilan transformasi digital pembelajaran di lingkungan Kemenag.

Menurutnya, capaian ini tidak hanya sekadar angka, tetapi juga mencerminkan meningkatnya antusiasme ASN Kemenag dan masyarakat luas terhadap pengembangan kompetensi yang mudah diakses, fleksibel, dan berkualitas.

Pihaknya berkomitmen untuk terus menghadirkan program pelatihan yang relevan dengan kebutuhan zaman.

“Kami akan terus menghadirkan pelatihan yang relevan, inklusif, dan berdampak bagi peningkatan kompetensi SDM Indonesia,” kata dia.

Melalui MOOC Pintar Kemenag, Pusbangkom menyediakan berbagai pelatihan yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja, dengan pendekatan yang adaptif terhadap kebutuhan era digital.

Ke depan, lanjut Mastuki, inovasi dan pengembangan fitur-fitur baru akan terus diperkuat untuk menjangkau lebih banyak masyarakat dan memastikan manfaatnya semakin luas.

“Pusbangkom SDM Pendidikan dan Keagamaan Kemenag menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta, mitra, serta unit-unit kerja yang telah berkontribusi dalam pencapaian ini. Semangat belajar tanpa batas diharapkan terus tumbuh, mendorong peningkatan kualitas SDM menuju Indonesia yang lebih kompeten, inklusif, dan berdaya saing,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *