Siswa SMAN 5 Bandung Tewas Dikeroyok, Gubernur Dedi Mulyadi Perketat Jam Malam Pelajar

/Dok.Jabarprov.go.id

FAKTABANDUNG.ID – Tragedi tewasnya Muhammad Fahdly Arjasubrata (17), siswa SMAN 5 Bandung yang diduga menjadi korban pengeroyokan di Cihampelas, memicu respons tegas dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyatakan akan memperketat kembali aturan pembatasan aktivitas malam bagi seluruh pelajar di wilayahnya.

Langkah ini diambil guna menjamin keselamatan para siswa dan memastikan peristiwa memilukan serupa tidak kembali terulang di masa depan.

“Nanti setelah Lebaran kita tegaskan lagi. Yang paling utama seluruh rangkaian itu ada di tugas bupati dan wali kota,” tegas Dedi kepada awak media di Gedung Sate, Bandung, Senin (16/3/2026).

Instruksi untuk Kepala Daerah dan Patroli Malam

Gubernur Dedi meminta para bupati dan wali kota di Jawa Barat untuk mengambil peran garda terdepan dalam pengawasan wilayah.

Hal ini mencakup instruksi untuk mengintensifkan patroli malam guna memantau pergerakan remaja di jam-jam rawan.

Sebagai informasi, Jawa Barat sebenarnya telah memiliki payung hukum melalui Surat Edaran Nomor 51/PA.03/DISDIK sejak 23 Mei 2025.

Aturan tersebut secara tegas membatasi aktivitas peserta didik di luar rumah mulai pukul 21.00 hingga 04.00 WIB, kecuali untuk urusan darurat atau kegiatan resmi yang berizin.

Menagih Komitmen Orangtua

Selain pengawasan dari aparat, Dedi Mulyadi menyoroti pentingnya kepatuhan orangtua terhadap pernyataan tertulis yang telah disepakati sebelumnya.

Ia menekankan bahwa tanggung jawab pendidikan dan keamanan anak bukan hanya berada di pundak sekolah atau pemerintah.

“Orangtua kan sudah menandatangani pernyataan. Jam 21.00 WIB harus sudah di rumah, tidak mengendarai kendaraan bermotor, tidak mabuk-mabukan. Itu semua sudah tertulis dalam pernyataan,” ujar Dedi dengan nada tegas.

Proses Hukum Tetap Berjalan

Mengenai kasus pengeroyokan yang menimpa Fahdly, Gubernur memastikan bahwa proses hukum akan berjalan secara profesional.

Ia menegaskan dukungannya kepada pihak kepolisian untuk menindak tegas para pelaku demi memberikan efek jera.

Pemprov Jabar berkomitmen untuk terus mengevaluasi efektivitas pengawasan aktivitas pelajar guna menjaga ketertiban umum dan menciptakan lingkungan yang aman bagi generasi muda di Jawa Barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *