Daerah  

Alami Luka Berat, Menkes Pastikan Korban Penyekapan di Bandung Jalani Rekonstruksi Wajah di RSHS

Kementerian Kesehatan memastikan akan menanggung dan mengawal penuh seluruh proses perawatan medis serta operasi rekonstruksi wajah bagi wanita korban penyekapan tiga tahun di Bandung yang saat ini dirawat di RSUP Dr. Hasan Sadikin./Dok. Ist

FAKTABANDUNG.ID — Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyatakan keprihatinan mendalam atas kasus penganiayaan dan penyekapan yang menimpa seorang wanita di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Menkes memastikan tim medis saat ini fokus memberikan penanganan maksimal, termasuk rencana tindakan bedah rekonstruksi wajah untuk korban.

Budi menjelaskan bahwa korban saat ini tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Seluruh proses pemulihan medis dipastikan akan dikawal langsung oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

“Untuk yang korban kekerasan yang di Bandung ya, dari sisi kesehatan yang bersangkutan sekarang sudah dirawat di rumah sakit Kementerian Kesehatan di Bandung, RS Hasan Sadikin (RSHS),” kata Budi Gunadi kepada wartawan di Sespolwan Lemdiklat Polri, Jakarta Selatan, Selasa (23/6/2026).

Budi menekankan, intervensi medis yang diberikan tidak hanya sebatas pengobatan luka luar, melainkan mencakup tindakan bedah estetika dan fungsional untuk memulihkan kondisi fisik wajah korban.

“Dan kita akan merawat sampai rekonstruksi karena ini kan terjadi juga wajahnya harus direkonstruksi,” ungkapnya.

Koordinasi Lintas Sektoral untuk Pemulihan Total

Baca Juga: Atasi Macet, Bupati Bandung Usulkan Flyover Kopo dan Akses Baru Tol Soroja ke Pemerintah Pusat

Dalam menangani dampak kasus ini, Kemenkes bergerak bersama instansi terkait lainnya.

Budi menyebut pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) untuk memastikan pemulihan korban secara menyeluruh, baik dari aspek medis, sosial, maupun ekonomi.

“Untuk masalah ekonominya itu ditangani oleh pemerintah daerah, untuk masalah sosialnya itu ditangani oleh Kementerian PPA dan kita bertiga sudah berkoordinasi,” tutur Budi.

Menkes mengaku sangat terpukul dengan adanya kejadian penganiayaan sadis tersebut dan berharap aksi kekerasan serupa tidak kembali terulang di masyarakat.

“Saya pribadi dan sebagai Menteri Kesehatan merasa sangat sedih, harusnya hal-hal ini tidak terjadilah di Indonesia. Jadi terima kasih juga atas masukannya dan kita berjanji akan merawat sebaik mungkin yang bersangkutan di Rumah Sakit Hasan Sadikin,” pungkasnya.

Disekap Selama Tiga Tahun

Berdasarkan data kepolisian, korban merupakan seorang wanita muda berusia 29 tahun berinisial YTR, warga Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung.

YTR menjadi korban penganiayaan berat dan penyekapan yang diduga kuat dilakukan oleh kekasihnya sendiri, Taufik Hidayat (30).

Tindak pidana tersebut terjadi di sebuah rumah indekos yang berlokasi di Desa Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung.

Korban, yang sebelumnya bekerja sebagai karyawan di sebuah perusahaan makanan di kawasan Pasteur, Kota Bandung, dilaporkan telah disekap oleh pelaku selama tiga tahun.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Hendra Rochmawan, mengonfirmasi bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan medis sementara, korban menderita trauma fisik yang sangat berat, terutama di area wajah dan mata akibat hantaman benda tumpul serta senjata tajam.

“Kedua matanya mengalami kebutaan. Itu yang paling parah dan gigi atas depan enam rontok. Bibir sudah sumbing,” kata Hendra, Selasa (23/6/2026).

Baca Juga: Aksi Koboi di Jalan Gunung Batu Bandung: Korban Luka Tembak di Kepala Saat Lawan Begal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *