Lampaui Harga Acuan, BPS Catat Rata-rata Harga Bawang Putih Tembus Rp39.810 per Kilogram

BPS catat kenaikan harga bawang putih nasional capai Rp39.810/kg per Januari 2026, lampaui HAP. (Dok. Ist)

Faktabandung.id, NASIONAL – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan adanya tren kenaikan harga bawang putih di tingkat nasional pada awal tahun 2026. Hingga minggu keempat Januari, rata-rata harga komoditas ini tercatat terus merangkak naik hingga melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP) di tingkat konsumen.

Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, mengungkapkan bahwa HAP konsumen saat ini ditetapkan sebesar Rp38.000 per kilogram. Namun, realisasi harga di lapangan sudah berada di atas angka tersebut.

“Memang sudah ada secara nasional tren kenaikan harga. Harga bawang putih di bulan Desember adalah Rp39.030 per kilogram. Di bulan Januari sampai minggu keempat, harga rata-rata bawang putih saat ini sudah mencapai Rp39.810 per kilogram,” kata Amalia di Jakarta, Selasa.

Melonjak di Wilayah Timur

Berdasarkan data BPS, kenaikan harga bawang putih terjadi secara masif di 208 kabupaten/kota atau mencakup 57,78 persen wilayah Indonesia. Kenaikan harga paling signifikan dirasakan di wilayah kepulauan dan timur Indonesia, seperti Natuna, Halmahera Selatan, Flores Timur, Rote Ndao, hingga Lombok Tengah.

Bahkan, disparitas harga yang ekstrem terjadi di wilayah pegunungan Papua. Di Kabupaten Puncak Jaya, Intan Jaya, dan Pegunungan Bintang, harga komoditas ini dilaporkan menembus angka Rp100 ribu per kilogram.

Bawang Merah Justru Turun

Berbanding terbalik dengan bawang putih, tren harga bawang merah justru menunjukkan penurunan. BPS mencatat rata-rata harga nasional bawang merah kini berada di angka Rp45 ribu per kilogram. Angka ini turun sebesar 5,53 persen jika dibandingkan dengan posisi pada Desember 2025.

Sebagai informasi, HAP konsumen untuk bawang merah berada di kisaran Rp36.500 hingga Rp41.500 per kilogram. Kendati secara nasional turun, anomali kenaikan harga tetap terjadi di beberapa daerah tertentu akibat faktor pasokan lokal.

“Catatan kami adalah ada beberapa kabupaten/kota yang relatif perubahan IPH-nya paling tinggi adalah harga bawang merah di Kabupaten Bener Meriah, kenaikan harganya 63,7 persen,” jelas Amalia.

Perbedaan tren harga antara kedua komoditas bumbu dapur ini terus dipantau oleh pemerintah guna menjaga stabilitas inflasi pangan di berbagai daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *