Fakta.id, NASIONAL – Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan pelaksanaan angkutan arus mudik Natal 2025 berjalan dengan aman, lancar, dan terkendali. Kesimpulan ini didapatkan setelah dilakukan pemantauan intensif baik di jalur darat maupun lintas penyeberangan selama momentum libur tersebut.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Aan Suhanan, menyampaikan hasil evaluasi tersebut dalam keterangan resminya di Jakarta. Pihaknya terus memantau pergerakan masyarakat untuk memastikan tidak ada kendala berarti di lapangan.
“Kami mengevaluasi dan menganalisis bahwa melewati masa arus mudik libur Natal ini pergerakan masyarakat dengan moda darat berjalan aman dan lancar,” kata Aan Suhanan, Senin.
Menurut Aan, keberhasilan pengelolaan angkutan arus mudik Natal 2025 ini merupakan hasil dari kerja keras bersama. Sinergi dan kolaborasi antar pemangku kepentingan dinilai sangat efektif dalam menciptakan kondisi libur akhir tahun yang selamat, aman, dan nyaman bagi masyarakat yang bepergian.
Data Pergerakan Penumpang
Berdasarkan data yang dihimpun Kemenhub sejak H-7 hingga H+1 libur Natal atau per tanggal 26 Desember 2025, tercatat jutaan masyarakat melakukan mobilitas menggunakan transportasi umum.
Secara rinci, sebanyak 1.519.397 orang tercatat menggunakan angkutan umum bus. Sementara itu, jumlah pergerakan masyarakat yang menggunakan angkutan kapal penyeberangan mencapai angka yang lebih tinggi, yakni 1.731.248 orang. Angka ini mencakup masyarakat yang melakukan perjalanan untuk pulang kampung maupun sekadar berwisata.
Tren Kenaikan dan Penurunan
Evaluasi tahun ini menunjukkan adanya perbedaan tren pergerakan antara moda transportasi jalan dan penyeberangan dibandingkan tahun lalu. Pada sektor penyeberangan, terjadi lonjakan penumpang yang cukup signifikan. Tercatat ada peningkatan sebesar 24,11 persen dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Sebaliknya, pergerakan penumpang pada angkutan jalan justru mengalami koreksi negatif. Kemenhub mencatat terjadi penurunan penumpang angkutan jalan sebesar 6,48 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Data dan evaluasi ini menjadi indikator penting bagi Kemenhub untuk terus menjaga kinerja layanan transportasi hingga masa libur akhir tahun selesai sepenuhnya.















