BNPB Catat Ribuan Rumah Terendam Banjir di NTB, Jawa Timur, dan Jawa Tengah

Banjir merendam empat kecamatan yang ada di Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur. Banjir akibat meluapnya Sungai Wrati dan Rejoso. (Dok. Ist)

Faktabandung.id, NASIONAL – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan rentetan kejadian bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia dalam beberapa hari terakhir. Laporan yang dihimpun hingga Selasa (17/2/2026) menunjukkan ribuan rumah warga terendam akibat luapan sungai dan drainase yang tidak mampu menampung debit air hujan.

Sebagai bagian dari Update Bencana di Indonesia, tim gabungan BPBD di berbagai daerah telah dikerahkan untuk melakukan evakuasi dan pendataan. Hingga saat ini, intensitas hujan yang tinggi masih menjadi pemicu utama terjadinya luapan air di wilayah hulu maupun hilir.

Kondisi Banjir di Pasuruan dan Pemalang

Di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, luapan Sungai Wrati dan Rejoso merendam 2.880 unit rumah di empat kecamatan. BPBD setempat melaporkan bahwa hingga Senin (16/2), genangan air masih bertahan dengan ketinggian bervariasi, dan distribusi bantuan logistik terus dilakukan bagi warga terdampak.

Sementara itu, di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, luapan Kali Rambut merendam 1.445 rumah serta puluhan fasilitas umum, pendidikan, dan ibadah. BPBD Pemalang sempat mengerahkan perahu karet untuk membantu mobilisasi warga di desa-desa terdampak sebelum air dilaporkan mulai berangsur surut seiring menurunnya intensitas hujan.

Dampak Kerusakan di Tegal dan Bima

Kabupaten Tegal juga melaporkan kerusakan akibat luapan Sungai Cacaban yang merendam 896 rumah dan mengakibatkan satu unit rumah rusak berat serta satu warga mengalami luka ringan. Di sisi lain, banjir di Kabupaten Bima yang sempat merendam 32 rumah di Desa Sandue kini dilaporkan telah surut sepenuhnya.

Peringatan Dini dan Kesiapsiagaan

Berdasarkan prakiraan BMKG, potensi hujan lebat disertai angin kencang masih mengancam sebagian besar wilayah Indonesia pada 17 hingga 19 Februari 2026. BNPB meminta masyarakat untuk tetap waspada dan menyiapkan rencana evakuasi mandiri jika cuaca memburuk secara tiba-tiba.

“BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi dengan memantau prakiraan cuaca secara berkala, memelihara saluran drainase dan menyiapkan rencana evakuasi jika hujan lebat mengguyur wilayah lebih dari satu jam dan membatasi jarak pandang,” tulis keterangan resmi BNPB.

Pemerintah daerah diharapkan terus memperbarui data Update Bencana di Indonesia secara rutin guna memastikan langkah respons cepat dapat dilakukan jika terjadi kondisi darurat susulan di lapangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *