Rawan Megathrust, BNPB Uji Coba Sirine Tsunami di Pesisir Pacitan

Tower sirine tsunami di Desa Kembang, Kecamatan Pacitan, sebagai langkah antisipasi bencana. (Dok. BNPB)

Faktabandung.id, NASIONAL – Posisi geografis Kabupaten Pacitan yang berhadapan langsung dengan pertemuan Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia menempatkan wilayah ini pada risiko tinggi bencana. Menyikapi potensi gempabumi dan tsunami tersebut, aspek mitigasi dan Kesiapsiagaan Daerah menjadi fokus utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Komisi VIII DPR RI.

Hal ini terlihat dalam kunjungan kerja pasca gempa Magnitudo 6,4 yang mengguncang Pacitan pada Jumat (6/2). Selain memberikan bantuan logistik, tim gabungan melakukan peninjauan langsung terhadap infrastruktur peringatan dini di lapangan.

Salah satu agenda utama adalah pengecekan tower sirine tsunami yang berlokasi di Desa Kembang, Kecamatan Pacitan. Infrastruktur ini merupakan bagian vital dalam sistem keselamatan warga pesisir.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pacitan, sirine tsunami tersebut dibangun pada tahun 2025. Pembangunannya didukung oleh program Indonesia Disaster Resilience Initiatives Project (IDRIP) yang bertujuan memperkuat ketangguhan masyarakat terhadap bencana.

Dalam kunjungan tersebut, petugas melakukan uji coba fungsi sirine. Pengaktifan dilakukan secara jarak jauh (remote) dari pusat pengendalian di Pusdalops BPBD Kabupaten Pacitan. Uji coba ini dinilai sangat penting untuk memastikan alat berfungsi dengan baik saat kondisi darurat terjadi.

Sekretaris Daerah Kabupaten Pacitan, Maulana Heru Wiwoho Supadi Putro, menegaskan pentingnya edukasi dan kesiapan infrastruktur.

“Pendekatan pencegahan harus menjadi prioritas utama dalam kebijakan kebencanaan melalui peningkatan kapasitas pemerintah daerah, penguatan peran BPBD, serta edukasi kebencanaan yang berkelanjutan,” ungkapnya.

Uji coba ini juga menjadi sarana untuk memverifikasi efektivitas mekanisme penyampaian peringatan kepada masyarakat. BNPB memastikan bahwa sistem peringatan dini harus selalu dalam kondisi prima mengingat ancaman gempa susulan maupun tsunami bisa terjadi sewaktu-waktu.

Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah ini diharapkan mampu memperkuat Kesiapsiagaan Daerah Pacitan, sehingga risiko jatuhnya korban jiwa dapat diminimalisir saat bencana alam melanda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *