Percepat Pemulihan Bencana Sumatera, Mendagri Minta Relaksasi Aturan Pembelian Solar

Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian. (Dok. Ist)

Faktabandung.id, NASIONAL – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mendesak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Pertamina untuk memberikan kebijakan khusus atau relaksasi terkait pembatasan pembelian bahan bakar minyak (BBM) jenis solar. Permintaan ini dikhususkan bagi wilayah-wilayah yang terdampak bencana di Pulau Sumatera.

Langkah ini dinilai sangat krusial guna mendukung percepatan proses pemulihan pascabencana yang saat ini sedang berlangsung. Tito menyoroti kendala teknis di lapangan, di mana operasional alat berat menjadi tidak maksimal akibat adanya pembatasan kuota pembelian solar harian.

Hambat Kinerja Alat Berat

Dalam rapat Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera yang digelar di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Senin, Tito menjelaskan bahwa pembatasan kuota BBM menghambat efisiensi kerja.

“Pemerintah atau kontraktor menyewa (alat berat) 24 jam tapi karena solarnya dibatasi 35-40 liter, akhirnya mereka bekerja hanya 8 jam,” kata Tito Karnavian.

Kondisi ini menyebabkan target pengerjaan fisik di lokasi bencana menjadi meleset dari jadwal yang seharusnya bisa diselesaikan lebih cepat jika pasokan bahan bakar memadai.

Usulan Tanpa Barcode

Untuk mengatasi masalah tersebut, Mendagri mengusulkan dua poin utama kepada pihak terkait. Pertama, penambahan pasokan solar ke daerah bencana seiring dengan banyaknya alat berat yang dikerahkan. Kedua, pengecualian penggunaan teknologi barcode untuk sementara waktu bagi kendaraan operasional penanganan bencana.

“Mereka mengharapkan tambah suplai solar, yang kedua tidak menggunakan barcode dulu di masa pemulihan di daerah-daerah tertentu,” tuturnya.

Kebijakan relaksasi ini diharapkan dapat membuat para pihak yang terlibat dalam proses rehabilitasi dan pemulihan pascabencana bekerja lebih efisien tanpa terkendala administrasi pembelian BBM.

Apresiasi Kinerja Pertamina

Meski memberikan catatan evaluasi, Mendagri tetap memberikan apresiasi tinggi atas kinerja Kementerian ESDM dan Pertamina. Tito menilai distribusi BBM di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di 52 kabupaten/kota terdampak bencana di Sumatera sejauh ini berjalan cukup lancar.

“Terima kasih banyak kepada Pertamina, kemudian Kementerian ESDM karena SPBU semuanya 52 kabupaten/kota lancar. Tinggal kami minta pasokannya, terutama Solar,” pungkas Mendagri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *