Faktabandung.id, INTERNASIONAL – Michelin Group secara resmi mengoperasikan pabrik global pertamanya di Shanghai, China, pada Jumat (23/1). Proyek strategis ini menelan total investasi sebesar 3 miliar yuan (sekitar Rp7,2 triliun dengan kurs Rp2.427/yuan) atau setara 425 juta dolar AS. Fasilitas anyar ini dirancang khusus dengan sistem produksi canggih untuk melayani pasar kendaraan energi baru (New Energy Vehicle/NEV) yang tengah berkembang pesat.
Raksasa ban dunia ini sejatinya telah merambah pasar China sejak tahun 1980-an. Seiring berjalannya waktu, Michelin menyaksikan lonjakan sektor otomotif dan kemajuan teknologi NEV di negara tersebut. Saat ini, Michelin mendominasi dengan penguasaan lebih dari 30 persen pangsa pasar ban NEV kelas atas di China serta menjadi pemasok utama bagi berbagai produsen otomotif domestik.
Julukan Pabrik Masa Depan
Pabrik baru Michelin ini dilengkapi dengan mesin-mesin termutakhir yang membuatnya dijuluki sebagai “pabrik masa depan”. Teknologi yang diterapkan memungkinkan produksi satu unit ban hanya dalam waktu 36 detik. Selain itu, sistemnya sangat fleksibel karena mampu mengakomodasi pesanan dalam jumlah kecil, yakni minimal 100 ban.
Manajemen menargetkan sekitar 70 persen dari total hasil produksi (output) pabrik ini dialokasikan untuk segmen kendaraan energi baru. Efisiensi juga menjadi keunggulan utama, di mana siklus pemesanan hingga pengiriman berhasil dipangkas signifikan dari 10 hari menjadi hanya lima hari. Ekspansi ini diproyeksikan mampu mendongkrak kapasitas tahunan pabrik sebesar 1 juta ban, sehingga total output meningkat dari 8,5 juta menjadi 9,5 juta ban per tahun.
Berbasis AI dan Energi Hijau
Fasilitas ini tidak hanya mengedepankan kemampuan manufaktur, tetapi juga komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan. Perusahaan menyatakan bahwa operasional pabrik menggunakan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk optimalisasi manajemen produksi.
Lebih jauh, pabrik baru Michelin ini beroperasi sepenuhnya menggunakan energi terbarukan dan menerapkan praktik ramah lingkungan di seluruh rantai produksinya.
Presiden dan CEO Michelin China Raya (Greater China) & Mongolia, Matthew Ye, menegaskan bahwa pembukaan pabrik ini merupakan bukti keseriusan perusahaan dalam mendukung industri otomotif China.
“Pabrik masa depan tersebut menandai langkah penting dalam komitmen jangka panjang Michelin terhadap China, sekaligus mendukung pertumbuhan berkualitas tinggi dan transisi hijau,” ujar Matthew Ye dalam upacara peluncuran.















